Nasional    

PLN Gandeng Satpol PP Edukasi Pelajar Pontianak Cegah Gangguan Listrik Akibat Layang-layang

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 06 August 2026
PLN Gandeng Satpol PP Edukasi Pelajar Pontianak Cegah Gangguan Listrik Akibat Layang-layang
Salah satu srikandi UPT Pontianak, Thalia Angelica Damayanti menyampaikan materi mengenai bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik kepada para siswa SMP Negeri 20 Pontianak melalui Kampanye Aksi Anak Hebat sebagai upaya membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan sejak usia dini (Foto: PLN For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak mengajak pelajar menjadi garda terdepan dalam mencegah gangguan listrik akibat permainan layang-layang melalui Kampanye Aksi Anak Hebat.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UPT Pontianak yang bertujuan membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan sejak usia dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik.

Melalui program ini, para pelajar dibekali pemahaman mengenai risiko bermain layang-layang di dekat jaringan listrik serta didorong menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan keselamatan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 20 Pontianak melalui kolaborasi antara PLN UPT Pontianak dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan edukasi mengenai potensi bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, dampaknya terhadap keandalan sistem kelistrikan, serta pentingnya menjaga keselamatan di sekitar instalasi ketenagalistrikan.

PLN menjelaskan, permainan layang-layang yang menggunakan benang berbahan logam atau material konduktif berpotensi mengenai jaringan listrik tegangan tinggi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pasokan listrik, kerusakan peralatan, hingga membahayakan keselamatan jiwa.

Melalui edukasi sejak dini, PLN berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Kepala SMP Negeri 20 Pontianak, Kusnengsih, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi PLN dan Satpol PP Kota Pontianak dalam memberikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada para siswa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan Satpol PP Kota Pontianak atas terselenggaranya kegiatan ini. Pengetahuan mengenai bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik sangat penting bagi anak-anak sebagai bekal untuk menjaga keselamatan diri maupun lingkungan. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun teman-temannya," ujar Kusnengsih.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Pontianak, Fitria Fadly, S.Sos., M.Si., mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah memperkuat kepatuhan masyarakat terhadap regulasi sekaligus membangun budaya tertib dan aman.

"Melalui edukasi kepada pelajar, kami berharap pesan mengenai pentingnya menjaga keselamatan dapat tersampaikan lebih luas kepada keluarga dan masyarakat. Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kepatuhan terhadap aturan serta menciptakan lingkungan yang aman dan tertib," ujarnya.

Manager PLN UPT Pontianak, Darul Irfan, menyebut Kampanye Aksi Anak Hebat merupakan bentuk komitmen PLN dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan melalui pendekatan edukatif yang melibatkan pelajar sebagai mitra perubahan.

"Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui Kampanye Aksi Anak Hebat, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menghindari aktivitas bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik bukan hanya untuk menjaga keselamatan diri, tetapi juga untuk menjaga keandalan pasokan listrik yang menjadi kebutuhan bersama. Harapannya, pesan keselamatan ini terus diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sehingga budaya peduli keselamatan semakin tumbuh di masyarakat," kata Darul.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menambahkan bahwa membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

"Semangat HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi PLN untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui edukasi dan kolaborasi. Kami percaya bahwa pelajar yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan ketenagalistrikan akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga fasilitas publik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mewujudkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Riko.

PLN bersama Pemerintah Kota Pontianak, Satpol PP, dan dunia pendidikan akan terus memperkuat sinergi melalui Kampanye Aksi Anak Hebat guna menekan gangguan listrik akibat permainan layang-layang sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di sekitar jaringan listrik.

PLN juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 19 Tahun 2021 Pasal 21 yang melarang aktivitas membuat, membawa, menyimpan, menjual, hingga bermain layang-layang sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan umum dan ketertiban. (*)

Artikel Selanjutnya
PLN Edukasi Ratusan Siswa Balikpapan tentang Keselamatan Listrik Lewat Program Goes to School
Thursday, 06 August 2026
Artikel Sebelumnya
PLN Banjarbaru Berbagi Semangat dengan Anak Pejuang Kanker Sambut Hari Kemerdekaan
Thursday, 06 August 2026

Berita terkait