Pontianak    

Setelah 10 Tahun Menghilang, Sidepony Kembali Lewat Lagu Baru “September”

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 17 August 2026
Setelah 10 Tahun Menghilang, Sidepony Kembali Lewat Lagu Baru “September”
Sidepony asal Pontianak kembali setelah lebih dari 10 tahun lewat single September yang bercerita tentang cinta dan komitmen (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Trio asal Pontianak, Sidepony, kembali menyapa pendengar lewat single terbaru berjudul “September”. Lagu tersebut resmi dirilis pada 18 Agustus 2026 melalui Enamempat Records, bersamaan dengan peluncuran video liriknya.

“September” menjadi karya pertama Sidepony setelah lebih dari satu dekade sejak mereka merilis “Melepas Senja”. Digawangi Dian Gustiansyah, Ajung McAnderson, dan Arbian Octora, single ini menandai babak baru dalam perjalanan musik Sidepony tentang apa yang terjadi setelah pencarian selesai.

Ditulis oleh Arbian Octora dan Dian Gustiansyah dengan komposisi dari McAnderson, “September” bercerita tentang seseorang yang telah melewati cukup banyak hal hingga memahami perbedaan antara jatuh cinta dan memilih untuk berkomitmen.

Liriknya dikemas sederhana dan hangat, bergerak dari perjalanan panjang menuju sebuah ikrar. Ada tanggung jawab di dalamnya, sekaligus keyakinan bahwa hubungan yang ingin bertahan tidak pernah dibangun oleh dua manusia saja.

“September berbicara tentang fase kehidupan yang lebih serius. Bukan lagi tentang mencari atau sekadar jatuh cinta, tetapi tentang membangun komitmen untuk menjalani hidup bersama,” ujar Dian Gustiansyah.

Menurut Dian, lagu tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya penyertaan Tuhan dalam sebuah hubungan.

“Di lagu ini kami juga ingin menyampaikan bahwa setiap hubungan yang ingin bertahan selamanya membutuhkan penyertaan Tuhan sebagai pondasi utama. Pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang dua manusia, tetapi juga tentang bagaimana Tuhan merestui dan menuntun perjalanan mereka,” katanya.

Kesederhanaan yang terdengar dalam “September” justru lahir dari proses produksi yang cukup panjang. Aransemen lagu beberapa kali dibongkar dan disusun ulang sebelum Sidepony memilih pendekatan yang lebih sederhana.

McAnderson menangani proses produksi, rekaman, sekaligus mixing. Sementara proses mastering dikerjakan Gita Roni Chandra.

Proses rekaman berlangsung di Djagad Kardja, F Studio, dan AbahAga Studio, dengan dukungan peralatan dari Hars Studio. Wendy Alfred Samantha turut mengisi bagian keyboard.

Menariknya, untuk pertama kalinya dalam diskografi Sidepony, mereka menggunakan drum sampling dalam proses produksi.

“Kami beberapa kali membongkar dan menyusun ulang aransemennya hingga menemukan bentuk yang paling nyaman menurut kami. Akhirnya kami memilih pendekatan yang lebih sederhana agar cerita dalam lagunya bisa lebih terasa,” jelas McAnderson.

Bagi Arbian Octora, “September” terasa seperti sebuah cermin yang merefleksikan perjalanan Sidepony sendiri.

“‘September’ berbicara tentang perjalanan panjang sebelum akhirnya menemukan seseorang yang pantas diperjuangkan. Kalau dipikir-pikir, rasanya mirip dengan perjalanan Sidepony sendiri. Kami sudah melewati banyak fase, banyak perubahan, hingga akhirnya kembali berkarya dengan cerita yang lebih dewasa,” ujar Arbian.

Ia menegaskan, kembalinya Sidepony bukan sekadar upaya bernostalgia dengan masa lalu.

“Lagu ini bukan tentang kembali ke masa lalu, tetapi tentang melanjutkan perjalanan,” katanya.

Sebagai bagian dari perilisan “September”, Sidepony juga akan menggelar “Jamuan September”, sebuah intimate listening session bersama media, komunitas, dan pendengar.

Sidepony terbentuk di Pontianak pada 2007. Trio ini beranggotakan Dian Gustiansyah sebagai vokal, Ajung McAnderson pada gitar, dan Arbian Octora pada bass.

Sepanjang perjalanan mereka, Sidepony dikenal lewat sejumlah lagu seperti “Akankah Dia”, “Dan Bila”, “Melangkah Kembali”, dan “Melepas Senja”.

Hampir dua dekade berjalan, identitas musik Sidepony tetap bertahan. Mereka konsisten menghadirkan cerita tentang kehidupan, cinta, dan perjalanan manusia dengan cara yang sederhana tanpa banyak hiasan.

Kini, lewat “September”, Sidepony kembali membawa cerita yang lebih dewasa: tentang perjalanan panjang, keberanian memilih, dan komitmen untuk melanjutkan hidup bersama. (Lid)

Artikel Selanjutnya
HUT ke-81 RI, Wabup Kapuas Hulu Hadiri Pemberian Remisi bagi Narapidana di Rutan Putussibau
Monday, 17 August 2026
Artikel Sebelumnya
Mobil Masuk Jurang, Sopir Ambulans RSUD Soedarso Meninggal Dunia Saat Antar Jenazah ke Melawi
Monday, 17 August 2026

Berita terkait