Melawi    

Tiga Desa di Melawi Dilanda Karhutla, Tim Gabungan Terkendala Akses Medan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 28 August 2026
Tiga Desa di Melawi Dilanda Karhutla, Tim Gabungan Terkendala Akses Medan
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di tiga desa di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BKO, dan masyarakat dikerahkan untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas.

Danramil 1205-01/Nanga Pinoh, Kapten Inf. H. Didik Heru Pamungkas mengatakan, tiga titik Karhutla tersebut berada di Desa Labai Mandiri dan Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh, serta Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara.

“Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, terdapat tiga titik lokasi Karhutla yang tersebar di tiga desa. Dua titik berada di Kecamatan Nanga Pinoh dan satu titik lainnya berada di Kecamatan Pinoh Utara,” ujar Kapten Inf. H. Didik Heru Pamungkas.

Di Kecamatan Nanga Pinoh, petugas menangani dua titik kebakaran pada koordinat -111.745816, -0.347022 dan -111.772020, -0.412310. Kedua lokasi tersebut berada di Desa Labai Mandiri dan Desa Kenual, dengan luasan lahan terbakar diperkirakan antara 1,5 hingga 3 hektare.

Sementara itu, titik Karhutla di Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara, berada pada koordinat -111.777087, -0.280292. Luasan lahan terbakar di lokasi tersebut tersebar di beberapa area, dengan perkiraan masing-masing sekitar 1 hingga 1,5 hektare.

Kapten Didik menjelaskan, penanganan Karhutla melibatkan lima personel Koramil 1205-01/Nanga Pinoh dan enam personel BKO. Selain itu, turut bergabung dua personel Polri, dua personel BPBD, satu personel Manggala Agni, serta dua orang masyarakat.

“Sebagian besar lahan yang terbakar sudah berhasil kami padamkan. Namun, titik api yang tersebar di beberapa lokasi menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan,” katanya.

Untuk mendukung operasi, petugas menggunakan satu unit kendaraan Mitsubishi Strada, empat unit sepeda motor KLX/CRF, dan satu unit truk pemadam atau blangwir. Kendaraan roda dua digunakan untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Menurutnya, kondisi medan dan akses menuju sejumlah titik kebakaran juga menjadi tantangan bagi tim gabungan. Beberapa lokasi tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan pemadam berukuran besar.

“Untuk beberapa lokasi, kendaraan truk pemadam tidak bisa masuk karena aksesnya sulit. Karena itu, personel harus melakukan pengecekan dan penanganan secara langsung menggunakan kendaraan roda dua maupun berjalan kaki menuju titik api,” jelasnya.

Setelah proses pemadaman, tim gabungan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala. Pemantauan dilakukan karena api pada lahan terbakar dapat kembali muncul apabila masih terdapat bara di bawah permukaan.

Kapten Didik juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Pencegahan sejak awal sangat penting agar Karhutla tidak meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun kualitas udara,” tegasnya.

Penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Melawi akan terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat. Selain pemadaman, pemantauan titik panas dan patroli di wilayah rawan kebakaran juga terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.

Artikel Selanjutnya
Gelar 4 Pilar di Ketapang, Daniel Johan Serap Aspirasi Petani dan Tokoh Masyarakat
Sunday, 16 August 2026
Artikel Sebelumnya
463,608 Hektare Lahan Terbakar, Karhutla Melanda Lima Desa di Melawi
Sunday, 16 August 2026

Berita terkait