Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 29 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Harapan Kamis dan istrinya, Tuti, untuk mengasuh seorang bayi berakhir dengan kekecewaan. Keduanya mengaku telah membantu proses persalinan Lisa di sebuah pondok ladang di Desa Kepala Gurung, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu.
Kepada media, Jumat (28/8/2026), Kamis menceritakan bahwa dirinya bersama Tuti membantu Lisa saat menjalani proses persalinan di pondok ladang tersebut.
Menurut Kamis, sebelum persalinan, Lisa pernah menyampaikan adanya pembicaraan mengenai rencana agar bayi yang dilahirkannya nantinya diasuh oleh Kamis dan Tuti.
“Kami membantu proses persalinannya. Sebelumnya ada pembicaraan bahwa anak itu akan kami asuh,” ujar Kamis.
Kamis mengatakan, bersama Tuti, dirinya turut membantu memenuhi sejumlah kebutuhan selama proses persalinan. Keduanya mengaku berharap dapat merawat bayi tersebut setelah lahir.
Namun, setelah bayi dilahirkan, menurut Kamis dan Tuti, Lisa kemudian membawa bayinya pulang.
Kondisi tersebut membuat keduanya kecewa karena rencana pengasuhan yang mereka pahami sebelumnya tidak terlaksana.
Tuti mengaku sudah memiliki harapan untuk merawat bayi tersebut. Meski merasa kecewa, ia mengatakan tetap menghormati keputusan Lisa sebagai ibu.
“Yang paling penting bagi kami, anak itu tetap mendapatkan kasih sayang dan perawatan yang baik,” kata Tuti.
Kamis dan Tuti berharap komunikasi antara semua pihak dapat dilakukan secara terbuka sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pembicaraan terkait rencana pengasuhan bayi tersebut.
Persoalan pengasuhan anak perlu disikapi secara hati-hati. Adanya pembicaraan atau janji mengenai rencana pengasuhan tidak dengan sendirinya berarti telah terjadi pengalihan hak atas anak.
Pengasuhan maupun pengangkatan anak memiliki ketentuan dan prosedur tersendiri. Karena itu, kepentingan terbaik dan hak anak tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Lisa belum memberikan keterangan atau klarifikasi kepada media terkait pernyataan Kamis dan Tuti.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Lisa maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai duduk perkara sebenarnya.
Demi melindungi privasi dan kepentingan terbaik anak, identitas bayi tidak dicantumkan dalam pemberitaan.
Redaksi menyajikan informasi ini berdasarkan keterangan pihak yang diwawancarai dan tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum oleh pihak mana pun. (*/Haq)
KALBARONLINE.com - Harapan Kamis dan istrinya, Tuti, untuk mengasuh seorang bayi berakhir dengan kekecewaan. Keduanya mengaku telah membantu proses persalinan Lisa di sebuah pondok ladang di Desa Kepala Gurung, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu.
Kepada media, Jumat (28/8/2026), Kamis menceritakan bahwa dirinya bersama Tuti membantu Lisa saat menjalani proses persalinan di pondok ladang tersebut.
Menurut Kamis, sebelum persalinan, Lisa pernah menyampaikan adanya pembicaraan mengenai rencana agar bayi yang dilahirkannya nantinya diasuh oleh Kamis dan Tuti.
“Kami membantu proses persalinannya. Sebelumnya ada pembicaraan bahwa anak itu akan kami asuh,” ujar Kamis.
Kamis mengatakan, bersama Tuti, dirinya turut membantu memenuhi sejumlah kebutuhan selama proses persalinan. Keduanya mengaku berharap dapat merawat bayi tersebut setelah lahir.
Namun, setelah bayi dilahirkan, menurut Kamis dan Tuti, Lisa kemudian membawa bayinya pulang.
Kondisi tersebut membuat keduanya kecewa karena rencana pengasuhan yang mereka pahami sebelumnya tidak terlaksana.
Tuti mengaku sudah memiliki harapan untuk merawat bayi tersebut. Meski merasa kecewa, ia mengatakan tetap menghormati keputusan Lisa sebagai ibu.
“Yang paling penting bagi kami, anak itu tetap mendapatkan kasih sayang dan perawatan yang baik,” kata Tuti.
Kamis dan Tuti berharap komunikasi antara semua pihak dapat dilakukan secara terbuka sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pembicaraan terkait rencana pengasuhan bayi tersebut.
Persoalan pengasuhan anak perlu disikapi secara hati-hati. Adanya pembicaraan atau janji mengenai rencana pengasuhan tidak dengan sendirinya berarti telah terjadi pengalihan hak atas anak.
Pengasuhan maupun pengangkatan anak memiliki ketentuan dan prosedur tersendiri. Karena itu, kepentingan terbaik dan hak anak tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Lisa belum memberikan keterangan atau klarifikasi kepada media terkait pernyataan Kamis dan Tuti.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Lisa maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai duduk perkara sebenarnya.
Demi melindungi privasi dan kepentingan terbaik anak, identitas bayi tidak dicantumkan dalam pemberitaan.
Redaksi menyajikan informasi ini berdasarkan keterangan pihak yang diwawancarai dan tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum oleh pihak mana pun. (*/Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini