Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 18 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara mendapat dukungan anggaran Rp20 miliar dari Pemerintah Pusat untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, meski anggaran telah tersedia, Pemkab Kayong Utara masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan peralatan dan logistik penanganan karhutla. Sejumlah barang yang dibutuhkan saat ini sulit diperoleh karena tingginya permintaan.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengatakan penggunaan anggaran tersebut masih dirumuskan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
“Kalau anggaran, kita sudah dapat bantuan dari pemerintah pusat oleh Bapak Presiden, karena kita salah satu kabupaten yang sudah dapat, kurang lebih 20 miliar. Dan ini sedang dirumuskan penggunaannya sesuai dengan juklak-juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Cuma memang situasi dan kondisinya, sebenarnya peralatan kita kurang banyak. Tapi sekarang mau belanjanya yang susah, contoh masker. Karena semuanya perlu, sekarang stok kosong. Begitu juga yang lain, misalnya mesin pompa dan lain-lain. Walaupun uangnya ada, belanjanya susah sekarang karena semuanya perlu,” kata Romi, Jumat (18/9/2026).
Menurut Romi, kondisi karhutla di Kayong Utara masih membutuhkan penanganan serius meskipun jumlah hotspot mulai menurun. Operasi pemadaman gabungan masih dilakukan dengan melibatkan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Bukit Peramas, Taman Nasional Gunung Palung.
Romi mengatakan pemerintah daerah kini mengkaji sejumlah opsi untuk mempercepat pemenuhan peralatan pendukung pemadaman.
“Ini yang sedang kita kaji, apa opsi-opsi untuk percepatan pemenuhan peralatan-peralatan pendukung untuk pemadaman karhutla ini, karena duitnya sudah ada,” ungkapnya.
Ia juga menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, pengelola taman nasional, dan masyarakat, dunia usaha juga dinilai memiliki peran dalam menghadapi kondisi darurat karhutla.
“Kita melihat semua pihak berperan, TNI, Polri, instansi vertikal seperti Manggala Agni, Taman Nasional, masyarakat, dan dunia usaha juga berpartisipasi. Artinya kita di Kayong Utara kompak semua, solid dalam menghadapi darurat karhutla ini,” ungkapnya.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemkab Kayong Utara terus mencari langkah percepatan agar kebutuhan peralatan pemadaman dan logistik perlindungan masyarakat dapat segera dipenuhi. (Sans)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara mendapat dukungan anggaran Rp20 miliar dari Pemerintah Pusat untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, meski anggaran telah tersedia, Pemkab Kayong Utara masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan peralatan dan logistik penanganan karhutla. Sejumlah barang yang dibutuhkan saat ini sulit diperoleh karena tingginya permintaan.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengatakan penggunaan anggaran tersebut masih dirumuskan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
“Kalau anggaran, kita sudah dapat bantuan dari pemerintah pusat oleh Bapak Presiden, karena kita salah satu kabupaten yang sudah dapat, kurang lebih 20 miliar. Dan ini sedang dirumuskan penggunaannya sesuai dengan juklak-juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Cuma memang situasi dan kondisinya, sebenarnya peralatan kita kurang banyak. Tapi sekarang mau belanjanya yang susah, contoh masker. Karena semuanya perlu, sekarang stok kosong. Begitu juga yang lain, misalnya mesin pompa dan lain-lain. Walaupun uangnya ada, belanjanya susah sekarang karena semuanya perlu,” kata Romi, Jumat (18/9/2026).
Menurut Romi, kondisi karhutla di Kayong Utara masih membutuhkan penanganan serius meskipun jumlah hotspot mulai menurun. Operasi pemadaman gabungan masih dilakukan dengan melibatkan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Bukit Peramas, Taman Nasional Gunung Palung.
Romi mengatakan pemerintah daerah kini mengkaji sejumlah opsi untuk mempercepat pemenuhan peralatan pendukung pemadaman.
“Ini yang sedang kita kaji, apa opsi-opsi untuk percepatan pemenuhan peralatan-peralatan pendukung untuk pemadaman karhutla ini, karena duitnya sudah ada,” ungkapnya.
Ia juga menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, pengelola taman nasional, dan masyarakat, dunia usaha juga dinilai memiliki peran dalam menghadapi kondisi darurat karhutla.
“Kita melihat semua pihak berperan, TNI, Polri, instansi vertikal seperti Manggala Agni, Taman Nasional, masyarakat, dan dunia usaha juga berpartisipasi. Artinya kita di Kayong Utara kompak semua, solid dalam menghadapi darurat karhutla ini,” ungkapnya.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemkab Kayong Utara terus mencari langkah percepatan agar kebutuhan peralatan pemadaman dan logistik perlindungan masyarakat dapat segera dipenuhi. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini