Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 08 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang resmi berakhir pada 1 Oktober 2026. Meski memasuki tahap pascapemulihan, Pemerintah Kabupaten Ketapang masih memantau kondisi di lapangan menyusul kualitas udara yang kembali memburuk.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwanto, menegaskan berakhirnya status tanggap darurat bukan berarti penanganan dan pemantauan karhutla dihentikan.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul sorotan terhadap keputusan Pemkab Ketapang mengakhiri status tanggap darurat, sementara di lapangan masih ditemukan titik api dan kondisi kualitas udara kembali memburuk.
"Status tanggap darurat karhutla bukan dicabut, tetapi sudah berakhir pada 1 Oktober kemarin. Sekarang kita berproses status pascapemulihan, tapi ini akan kita evaluasi terus," kata Yunifar, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Yunifar, kondisi sebelumnya sempat menunjukkan perbaikan setelah hujan turun di sejumlah wilayah. Aktivitas sekolah yang kembali berjalan juga menjadi salah satu indikator membaiknya situasi.
"Ini selesai, dibuktikan dengan adik-adik mulai bersekolah minggu lalu. Berarti situasinya sudah membaik. Sebelumnya juga sempat turun hujan. Walaupun saat ini situasinya kembali memburuk," ujarnya.
Meski status tanggap darurat telah berakhir, Pemkab Ketapang tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi karhutla dan kualitas udara kembali memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Yunifar mengatakan tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah kembali menggelar rapat teknis untuk mengevaluasi status penanganan karhutla.
"Kalau satu sampai dua hari ke depan situasi memburuk, mungkin Senin kita akan menggelar rapat teknis lagi," katanya.
Rapat tersebut nantinya melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya BMKG, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan. Data dari berbagai instansi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
"Kita akan rapat lagi, bagaimana membahas status ke depan. Dalam rapat itu juga melibatkan pihak-pihak terkait seperti BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan. Kita akan mengumpulkan data untuk memutuskan status," jelas Yunifar.
Di tengah berakhirnya status tanggap darurat, aktivitas pemantauan di lapangan masih berlangsung. Tim BPBD yang ditempatkan di wilayah utara dan selatan Ketapang terus melakukan monitoring dan evaluasi.
Petugas bahkan masih menemukan sejumlah titik api kecil dan melakukan pemadaman.
"Sampai hari ini, tim kita yang berada di utara dan selatan masih melakukan monev, bahkan masih ada pemadaman spot-spot api kecil," ungkapnya.
BPBD juga memperluas pemantauan hingga kawasan yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah. Yunifar telah menugaskan tim untuk melakukan penyisiran di wilayah tersebut.
Kondisi di kawasan perbatasan dengan Kalimantan Tengah akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan penanganan karhutla selanjutnya.
"Bahkan saya sudah menugaskan tim untuk menyisir wilayah yang paling berbatasan dengan selatan, perbatasan dengan Kalteng. Saya suruh sisir bagaimana kondisi di sana. Inilah yang akan menjadi bahan referensi kita dalam rapat teknis nanti," pungkasnya.(Adi LC)
KALBARONLINE.com – Status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang resmi berakhir pada 1 Oktober 2026. Meski memasuki tahap pascapemulihan, Pemerintah Kabupaten Ketapang masih memantau kondisi di lapangan menyusul kualitas udara yang kembali memburuk.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwanto, menegaskan berakhirnya status tanggap darurat bukan berarti penanganan dan pemantauan karhutla dihentikan.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul sorotan terhadap keputusan Pemkab Ketapang mengakhiri status tanggap darurat, sementara di lapangan masih ditemukan titik api dan kondisi kualitas udara kembali memburuk.
"Status tanggap darurat karhutla bukan dicabut, tetapi sudah berakhir pada 1 Oktober kemarin. Sekarang kita berproses status pascapemulihan, tapi ini akan kita evaluasi terus," kata Yunifar, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Yunifar, kondisi sebelumnya sempat menunjukkan perbaikan setelah hujan turun di sejumlah wilayah. Aktivitas sekolah yang kembali berjalan juga menjadi salah satu indikator membaiknya situasi.
"Ini selesai, dibuktikan dengan adik-adik mulai bersekolah minggu lalu. Berarti situasinya sudah membaik. Sebelumnya juga sempat turun hujan. Walaupun saat ini situasinya kembali memburuk," ujarnya.
Meski status tanggap darurat telah berakhir, Pemkab Ketapang tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi karhutla dan kualitas udara kembali memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Yunifar mengatakan tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah kembali menggelar rapat teknis untuk mengevaluasi status penanganan karhutla.
"Kalau satu sampai dua hari ke depan situasi memburuk, mungkin Senin kita akan menggelar rapat teknis lagi," katanya.
Rapat tersebut nantinya melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya BMKG, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan. Data dari berbagai instansi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
"Kita akan rapat lagi, bagaimana membahas status ke depan. Dalam rapat itu juga melibatkan pihak-pihak terkait seperti BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan. Kita akan mengumpulkan data untuk memutuskan status," jelas Yunifar.
Di tengah berakhirnya status tanggap darurat, aktivitas pemantauan di lapangan masih berlangsung. Tim BPBD yang ditempatkan di wilayah utara dan selatan Ketapang terus melakukan monitoring dan evaluasi.
Petugas bahkan masih menemukan sejumlah titik api kecil dan melakukan pemadaman.
"Sampai hari ini, tim kita yang berada di utara dan selatan masih melakukan monev, bahkan masih ada pemadaman spot-spot api kecil," ungkapnya.
BPBD juga memperluas pemantauan hingga kawasan yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah. Yunifar telah menugaskan tim untuk melakukan penyisiran di wilayah tersebut.
Kondisi di kawasan perbatasan dengan Kalimantan Tengah akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan penanganan karhutla selanjutnya.
"Bahkan saya sudah menugaskan tim untuk menyisir wilayah yang paling berbatasan dengan selatan, perbatasan dengan Kalteng. Saya suruh sisir bagaimana kondisi di sana. Inilah yang akan menjadi bahan referensi kita dalam rapat teknis nanti," pungkasnya.(Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini