Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 14 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meresmikan sambungan listrik bagi 144 rumah warga di Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari, Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok.
Dalam sambutannya, Alexander menegaskan bahwa pembangunan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di desa dan dusun terpencil.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, jalan, fasilitas pendidikan, dan jaringan internet harus terus diperjuangkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.
“Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang tinggal di dusun-dusun. Kita akan terus berupaya agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dan prioritas pembangunan daerah,” tegas Alexander.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Ketapang mendapatkan alokasi 60 titik pemasangan listrik desa pada 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di Kalimantan Barat, dengan lima titik di antaranya berada di Kecamatan Kendawangan.
Alexander menyebut capaian itu merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah sejak tahun lalu. Upaya tersebut dilakukan, antara lain, dengan mendatangi langsung kantor pusat PT PLN dan kementerian terkait untuk memperjuangkan akses listrik bagi masyarakat di desa-desa yang belum teraliri listrik.
Ia berharap program elektrifikasi desa terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan listrik. Pemerataan akses listrik ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2028–2029.
Selain listrik, pemerintah daerah juga mendorong perluasan jaringan internet di wilayah pedesaan. Akses internet dinilai penting untuk mendukung pendidikan anak-anak, memperluas akses informasi, serta membuka peluang bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Alexander mengakui, upaya pembangunan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menghentikan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, dengan tetap mengacu pada skala prioritas pembangunan.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Ia berharap hujan segera turun agar kualitas lingkungan membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman.
Peresmian sambungan listrik tersebut berlangsung hangat dengan penyambutan adat Dayak dan Jawa sejak dari Tugu Dusun Bagan Cempedak hingga Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari. Penyambutan tersebut mencerminkan kerukunan masyarakat yang hidup berdampingan di tengah keberagaman suku dan budaya.
Alexander menegaskan, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga untuk mendukung pembangunan daerah. Perbedaan suku dan adat istiadat bukan penghalang untuk bekerja bersama, melainkan kekayaan yang mempererat persaudaraan masyarakat Ketapang.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Kita semua bersaudara, sebagai satu keluarga besar Kabupaten Ketapang. Mari kita jaga kebersamaan, terus bergotong royong, dan bersama-sama membangun Ketapang agar semakin maju dan mandiri,” ujarnya.
Peresmian sambungan listrik bagi 144 rumah warga ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri, sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedesaan. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meresmikan sambungan listrik bagi 144 rumah warga di Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari, Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok.
Dalam sambutannya, Alexander menegaskan bahwa pembangunan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di desa dan dusun terpencil.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, jalan, fasilitas pendidikan, dan jaringan internet harus terus diperjuangkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.
“Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang tinggal di dusun-dusun. Kita akan terus berupaya agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dan prioritas pembangunan daerah,” tegas Alexander.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Ketapang mendapatkan alokasi 60 titik pemasangan listrik desa pada 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di Kalimantan Barat, dengan lima titik di antaranya berada di Kecamatan Kendawangan.
Alexander menyebut capaian itu merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah sejak tahun lalu. Upaya tersebut dilakukan, antara lain, dengan mendatangi langsung kantor pusat PT PLN dan kementerian terkait untuk memperjuangkan akses listrik bagi masyarakat di desa-desa yang belum teraliri listrik.
Ia berharap program elektrifikasi desa terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan listrik. Pemerataan akses listrik ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2028–2029.
Selain listrik, pemerintah daerah juga mendorong perluasan jaringan internet di wilayah pedesaan. Akses internet dinilai penting untuk mendukung pendidikan anak-anak, memperluas akses informasi, serta membuka peluang bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Alexander mengakui, upaya pembangunan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menghentikan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, dengan tetap mengacu pada skala prioritas pembangunan.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Ia berharap hujan segera turun agar kualitas lingkungan membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman.
Peresmian sambungan listrik tersebut berlangsung hangat dengan penyambutan adat Dayak dan Jawa sejak dari Tugu Dusun Bagan Cempedak hingga Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari. Penyambutan tersebut mencerminkan kerukunan masyarakat yang hidup berdampingan di tengah keberagaman suku dan budaya.
Alexander menegaskan, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga untuk mendukung pembangunan daerah. Perbedaan suku dan adat istiadat bukan penghalang untuk bekerja bersama, melainkan kekayaan yang mempererat persaudaraan masyarakat Ketapang.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Kita semua bersaudara, sebagai satu keluarga besar Kabupaten Ketapang. Mari kita jaga kebersamaan, terus bergotong royong, dan bersama-sama membangun Ketapang agar semakin maju dan mandiri,” ujarnya.
Peresmian sambungan listrik bagi 144 rumah warga ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri, sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedesaan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini