Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 20 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menanggapi kondisi Jalan Tanjungpura yang mengalami penurunan permukaan dan bergelombang di dekat lokasi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
Edi mengatakan, kondisi jalan tersebut merupakan dampak dari pekerjaan pembangunan SPALD-T. Meski mengalami penurunan, ia memastikan jalan masih dapat dilalui kendaraan dan kondisinya terus dipantau.
“Itu merupakan dampak dari pembangunan SPALD-T. Nantinya, kondisi jalan akan terus dimonitor setiap hari oleh Balai Jalan karena merupakan jalan nasional. Kalau tingkat amblesnya sudah diketahui dan perlu diperbaiki, tentu akan segera diperbaiki dan diamankan,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, penurunan permukaan jalan terjadi akibat penggalian di sisi jalan. Selain itu, kondisi tanah yang lembek di wilayah tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
“Sejauh ini masih bisa dilewati. Memang ada penurunan karena ada penggalian di sebelahnya. Tanah kita ini memang tanahnya lembek, jadi kondisinya tetap dalam pantauan,” pungkasnya.
Edi menambahkan, pemantauan kondisi jalan diperlukan untuk memastikan keamanan pengguna jalan selama proyek berlangsung. Penanganan akan dilakukan apabila hasil pemantauan menunjukkan penurunan jalan membutuhkan perbaikan atau pengamanan lebih lanjut.
Adapun pembangunan SPALD-T di Kota Pontianak direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 2030, dengan anggaran sekitar Rp1,7 triliun. (Lid)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menanggapi kondisi Jalan Tanjungpura yang mengalami penurunan permukaan dan bergelombang di dekat lokasi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
Edi mengatakan, kondisi jalan tersebut merupakan dampak dari pekerjaan pembangunan SPALD-T. Meski mengalami penurunan, ia memastikan jalan masih dapat dilalui kendaraan dan kondisinya terus dipantau.
“Itu merupakan dampak dari pembangunan SPALD-T. Nantinya, kondisi jalan akan terus dimonitor setiap hari oleh Balai Jalan karena merupakan jalan nasional. Kalau tingkat amblesnya sudah diketahui dan perlu diperbaiki, tentu akan segera diperbaiki dan diamankan,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, penurunan permukaan jalan terjadi akibat penggalian di sisi jalan. Selain itu, kondisi tanah yang lembek di wilayah tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
“Sejauh ini masih bisa dilewati. Memang ada penurunan karena ada penggalian di sebelahnya. Tanah kita ini memang tanahnya lembek, jadi kondisinya tetap dalam pantauan,” pungkasnya.
Edi menambahkan, pemantauan kondisi jalan diperlukan untuk memastikan keamanan pengguna jalan selama proyek berlangsung. Penanganan akan dilakukan apabila hasil pemantauan menunjukkan penurunan jalan membutuhkan perbaikan atau pengamanan lebih lanjut.
Adapun pembangunan SPALD-T di Kota Pontianak direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 2030, dengan anggaran sekitar Rp1,7 triliun. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini