Pontianak    

Demo di DPRD Kalbar, Mahasiswa Desak Penanganan Karhutla hingga Pengusutan Dugaan Pemukulan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 23 October 2026
Demo di DPRD Kalbar, Mahasiswa Desak Penanganan Karhutla hingga Pengusutan Dugaan Pemukulan
Ratusan mahasiswa demo di DPRD Kalbar, menyoroti karhutla, kelangkaan BBM, pendidikan, serta dugaan pemukulan peserta aksi (Foto: istimewa)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Jumat (23/10/2026). Mereka menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pendidikan, korupsi, ekonomi, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, mahasiswa mendesak Polda Kalbar mengusut tuntas kasus dugaan pemukulan terhadap peserta aksi sebelumnya yang diduga melibatkan oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pejabat menemui para pengunjuk rasa, di antaranya anggota DPRD Kalbar Agus Sudarmansyah serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.

Setelah bertemu dengan gubernur, para pengunjuk rasa membubarkan diri dan bergerak menuju Bundaran Tugu Digulis, Pontianak.

Ria Norsan Berkilah

Ria Norsan berkilah menghindari mahasiswa saat aksi unjuk rasa sebelumnya di Kantor Gubernur Kalbar. Ia menjelaskan, ketidakhadirannya saat itu berkaitan dengan agenda rapat bersama Presiden di Jakarta.

“Saya bukan menghindar, tapi ada agenda rapat bersama Presiden,” ujarnya.

Terkait karhutla, Norsan menyebut masih terdapat 22 titik api di Kabupaten Ketapang berdasarkan data per 22 Oktober 2026. Titik-titik tersebut menjadi perhatian dalam upaya pemadaman yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama jajaran terkait.

“Berdasarkan data per 22 Oktober 2026, titik api di Kalbar kini tersisa di 22 titik yang terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang,” tambahnya.

Norsan menjelaskan, arah angin yang bertiup dari selatan ke utara turut memengaruhi penyebaran dan penumpukan kabut asap di sejumlah wilayah.

“Dalam hal ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin, Pemerintah Provinsi bersama jajaran terkait terus berupaya maksimal untuk memadamkan sisa titik api tersebut agar seluruh wilayah Kalimantan Barat segera bersih dari karhutla,” lanjutnya.

Mengenai kelangkaan BBM dan tingginya harga di sejumlah wilayah hulu, Norsan mengatakan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan PLN untuk menangani persoalan pasokan energi serta infrastruktur kelistrikan.

“Jadi adik-adik sekalian, kita sudah mengambil langkah koordinasi untuk memastikan ketersediaan pasokan energi serta mengevaluasi perbaikan infrastruktur kelistrikan dan distribusi BBM di daerah agar kembali normal dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Norsan juga menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan, termasuk dalam menyikapi dugaan tindakan anarkis yang melibatkan oknum tertentu terhadap mahasiswa.

“Saya menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib (APH) untuk diproses secara profesional tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Jumat Keliling, Polres Kapuas Hulu Serap Aspirasi Jamaah Masjid Agung Darunnajah
Friday, 23 October 2026
Artikel Sebelumnya
Jumat Keliling, Polres Kapuas Hulu Serap Aspirasi Jamaah Masjid Agung Darunnajah
Friday, 23 October 2026

Berita terkait