Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 23 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Jumat (23/10/2026). Mereka menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pendidikan, korupsi, ekonomi, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, mahasiswa mendesak Polda Kalbar mengusut tuntas kasus dugaan pemukulan terhadap peserta aksi sebelumnya yang diduga melibatkan oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pejabat menemui para pengunjuk rasa, di antaranya anggota DPRD Kalbar Agus Sudarmansyah serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
Setelah bertemu dengan gubernur, para pengunjuk rasa membubarkan diri dan bergerak menuju Bundaran Tugu Digulis, Pontianak.
Ria Norsan Berkilah
Ria Norsan berkilah menghindari mahasiswa saat aksi unjuk rasa sebelumnya di Kantor Gubernur Kalbar. Ia menjelaskan, ketidakhadirannya saat itu berkaitan dengan agenda rapat bersama Presiden di Jakarta.
“Saya bukan menghindar, tapi ada agenda rapat bersama Presiden,” ujarnya.
Terkait karhutla, Norsan menyebut masih terdapat 22 titik api di Kabupaten Ketapang berdasarkan data per 22 Oktober 2026. Titik-titik tersebut menjadi perhatian dalam upaya pemadaman yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama jajaran terkait.
“Berdasarkan data per 22 Oktober 2026, titik api di Kalbar kini tersisa di 22 titik yang terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang,” tambahnya.
Norsan menjelaskan, arah angin yang bertiup dari selatan ke utara turut memengaruhi penyebaran dan penumpukan kabut asap di sejumlah wilayah.
“Dalam hal ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin, Pemerintah Provinsi bersama jajaran terkait terus berupaya maksimal untuk memadamkan sisa titik api tersebut agar seluruh wilayah Kalimantan Barat segera bersih dari karhutla,” lanjutnya.
Mengenai kelangkaan BBM dan tingginya harga di sejumlah wilayah hulu, Norsan mengatakan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan PLN untuk menangani persoalan pasokan energi serta infrastruktur kelistrikan.
“Jadi adik-adik sekalian, kita sudah mengambil langkah koordinasi untuk memastikan ketersediaan pasokan energi serta mengevaluasi perbaikan infrastruktur kelistrikan dan distribusi BBM di daerah agar kembali normal dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Norsan juga menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan, termasuk dalam menyikapi dugaan tindakan anarkis yang melibatkan oknum tertentu terhadap mahasiswa.
“Saya menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib (APH) untuk diproses secara profesional tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
KALBARONLINE.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Jumat (23/10/2026). Mereka menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pendidikan, korupsi, ekonomi, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, mahasiswa mendesak Polda Kalbar mengusut tuntas kasus dugaan pemukulan terhadap peserta aksi sebelumnya yang diduga melibatkan oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pejabat menemui para pengunjuk rasa, di antaranya anggota DPRD Kalbar Agus Sudarmansyah serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
Setelah bertemu dengan gubernur, para pengunjuk rasa membubarkan diri dan bergerak menuju Bundaran Tugu Digulis, Pontianak.
Ria Norsan Berkilah
Ria Norsan berkilah menghindari mahasiswa saat aksi unjuk rasa sebelumnya di Kantor Gubernur Kalbar. Ia menjelaskan, ketidakhadirannya saat itu berkaitan dengan agenda rapat bersama Presiden di Jakarta.
“Saya bukan menghindar, tapi ada agenda rapat bersama Presiden,” ujarnya.
Terkait karhutla, Norsan menyebut masih terdapat 22 titik api di Kabupaten Ketapang berdasarkan data per 22 Oktober 2026. Titik-titik tersebut menjadi perhatian dalam upaya pemadaman yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama jajaran terkait.
“Berdasarkan data per 22 Oktober 2026, titik api di Kalbar kini tersisa di 22 titik yang terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang,” tambahnya.
Norsan menjelaskan, arah angin yang bertiup dari selatan ke utara turut memengaruhi penyebaran dan penumpukan kabut asap di sejumlah wilayah.
“Dalam hal ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin, Pemerintah Provinsi bersama jajaran terkait terus berupaya maksimal untuk memadamkan sisa titik api tersebut agar seluruh wilayah Kalimantan Barat segera bersih dari karhutla,” lanjutnya.
Mengenai kelangkaan BBM dan tingginya harga di sejumlah wilayah hulu, Norsan mengatakan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan PLN untuk menangani persoalan pasokan energi serta infrastruktur kelistrikan.
“Jadi adik-adik sekalian, kita sudah mengambil langkah koordinasi untuk memastikan ketersediaan pasokan energi serta mengevaluasi perbaikan infrastruktur kelistrikan dan distribusi BBM di daerah agar kembali normal dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Norsan juga menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan, termasuk dalam menyikapi dugaan tindakan anarkis yang melibatkan oknum tertentu terhadap mahasiswa.
“Saya menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib (APH) untuk diproses secara profesional tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini