Pontianak    

Hotspot Karhutla Kalbar Nihil, Warga Diminta Tetap Waspada

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 29 October 2026
Hotspot Karhutla Kalbar Nihil, Warga Diminta Tetap Waspada
Hotspot berkepercayaan tinggi di Kalbar nihil per 28 Oktober 2026. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi karhutla (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat tercatat nihil per 28 Oktober 2026. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan prakiraan BMKG pada 27 Oktober, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalbar pada periode 27 Oktober hingga 2 November 2026. Namun, hujan diperkirakan tidak turun secara merata sehingga beberapa wilayah masih berpotensi mengalami kondisi yang mendukung terjadinya karhutla.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi penanganan karhutla di Kalbar yang dinilai berlangsung cepat. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalbar pada Jumat (23/10/2026).

Rapat yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalbar itu diikuti secara daring oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan, jajaran pemerintah daerah, serta Kapolda Kalbar Irjen Pol Albert Teddy Benhard Sianipar beserta jajaran.

Ria Norsan mengatakan, kondisi karhutla yang membaik perlu dipertahankan melalui kerja sama pemerintah, petugas, dan masyarakat.

“Perkembangan kondisi karhutla di Kalimantan Barat saat ini sangat baik. Kita berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan melalui kerja sama pemerintah, petugas, dan masyarakat. Jangan sampai upaya yang telah kita lakukan bersama menjadi sia-sia karena kelalaian dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Menurut Norsan, sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat berperan penting dalam pemadaman, pendinginan, dan pemantauan wilayah terdampak kebakaran.

Pemerintah juga terus memperkuat sosialisasi mengenai pengelolaan lahan yang bertanggung jawab. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada petugas jika menemukan indikasi kebakaran.

Meski hotspot berkepercayaan tinggi saat ini nihil, pemantauan dan deteksi dini tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi dan meluas.

Pemprov Kalbar mengajak seluruh pihak menjaga kondisi tersebut melalui peningkatan kewaspadaan, edukasi masyarakat, serta respons cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Harga Ayam di Pasar Flamboyan Pontianak Stabil, Ayam Utuh Rp29 Ribu per Kg
Thursday, 29 October 2026
Artikel Sebelumnya
33 Korporasi Disidik terkait Karhutla di Kalbar, Dua Diusulkan Cabut Izin
Thursday, 29 October 2026

Berita terkait