Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 23 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukadana kembali menuai sorotan. Seorang wali murid, Bunga (nama samaran), mempertanyakan kelayakan menu yang diterima anaknya pada Senin (23/02/2026), karena disebut diperuntukkan untuk konsumsi selama tiga hari.
Bunga mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak sekolah, paket MBG yang dibagikan pada hari itu akan mencukupi hingga Kamis, saat pembagian berikutnya kembali dilakukan. Namun, ia menilai komposisi menu yang diberikan tidak rasional jika harus dikonsumsi untuk tiga hari.
“Ya berdasarkan informasi dari sekolah itu menu untuk tiga hari, karena Kamis lagi baru diberikan MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, menu yang diterima anaknya terdiri dari tiga butir telur, dua potong kue bolu, dan tiga butir kurma. Menurutnya, jika dihitung untuk kebutuhan selama tiga hari, terutama pada bagian kue, jumlah tersebut dinilai jauh dari kata layak.
“Kalau dilihat menu sih telur tiga, kue bolu dua, kurma tiga biji. Kedepan kita minta pihak dapur lebih mempertimbangkan menu yang diberikan, karena kalau melihat menu kue hari ini memang rasanya tidak masuk akal kalau untuk tiga hari,” tegasnya.
Sorotan ini memunculkan pertanyaan terkait standar porsi dan kualitas distribusi MBG di tingkat dapur penyedia. Program yang digadang-gadang untuk menunjang kebutuhan gizi anak sekolah itu seharusnya memperhatikan aspek kecukupan nutrisi serta durasi konsumsi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dapur penyedia maupun pihak sekolah terkait skema pembagian menu yang disebut berlaku untuk tiga hari tersebut. (Sans)
KALBARONLINE.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukadana kembali menuai sorotan. Seorang wali murid, Bunga (nama samaran), mempertanyakan kelayakan menu yang diterima anaknya pada Senin (23/02/2026), karena disebut diperuntukkan untuk konsumsi selama tiga hari.
Bunga mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak sekolah, paket MBG yang dibagikan pada hari itu akan mencukupi hingga Kamis, saat pembagian berikutnya kembali dilakukan. Namun, ia menilai komposisi menu yang diberikan tidak rasional jika harus dikonsumsi untuk tiga hari.
“Ya berdasarkan informasi dari sekolah itu menu untuk tiga hari, karena Kamis lagi baru diberikan MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, menu yang diterima anaknya terdiri dari tiga butir telur, dua potong kue bolu, dan tiga butir kurma. Menurutnya, jika dihitung untuk kebutuhan selama tiga hari, terutama pada bagian kue, jumlah tersebut dinilai jauh dari kata layak.
“Kalau dilihat menu sih telur tiga, kue bolu dua, kurma tiga biji. Kedepan kita minta pihak dapur lebih mempertimbangkan menu yang diberikan, karena kalau melihat menu kue hari ini memang rasanya tidak masuk akal kalau untuk tiga hari,” tegasnya.
Sorotan ini memunculkan pertanyaan terkait standar porsi dan kualitas distribusi MBG di tingkat dapur penyedia. Program yang digadang-gadang untuk menunjang kebutuhan gizi anak sekolah itu seharusnya memperhatikan aspek kecukupan nutrisi serta durasi konsumsi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dapur penyedia maupun pihak sekolah terkait skema pembagian menu yang disebut berlaku untuk tiga hari tersebut. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini