Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 28 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Di sebuah ruangan yang masih menyisakan aroma lumpur, jemari para petugas dengan teliti memilah lembaran kertas yang rapuh. Kertas-kertas itu bukan sekadar tumpukan dokumen; mereka adalah "nyawa" dari kepastian hukum atas tanah milik masyarakat Aceh yang sempat terendam banjir besar akhir tahun lalu.
Bencana hidrometeorologi 26 November 2025 memang telah berlalu, namun dampaknya menyisakan pekerjaan rumah besar: 165.000 warkah yang menyimpan sejarah hak warga kini dalam kondisi kritis.
"Saat arsip-arsip itu terendam, yang terancam bukan sekadar kertas, melainkan rasa aman para pemilik tanah," ungkap Kepala Kanwil BPN Aceh, Arinaldi.
Namun, di tengah kepungan lumpur, muncul semangat transformasi. Restorasi ini tidak hanya bertujuan mengeringkan kertas yang basah, tetapi menjadi pintu gerbang menuju digitalisasi total. Arinaldi memimpikan kantor-kantor pertanahan yang terdampak akan "lahir kembali" sebagai kantor modern berbasis layanan digital.
Keterlibatan taruna STPN dan ahli dari ANRI menjadi bukti bahwa penyelamatan sejarah bangsa adalah kerja kolosal. Di tangan mereka, tiap lembar surat ukur yang dibersihkan adalah upaya mengembalikan kepastian hukum dan senyum masyarakat Aceh yang sempat luntur bersama genangan air. (Jau/*)
KALBARONLINE.com - Di sebuah ruangan yang masih menyisakan aroma lumpur, jemari para petugas dengan teliti memilah lembaran kertas yang rapuh. Kertas-kertas itu bukan sekadar tumpukan dokumen; mereka adalah "nyawa" dari kepastian hukum atas tanah milik masyarakat Aceh yang sempat terendam banjir besar akhir tahun lalu.
Bencana hidrometeorologi 26 November 2025 memang telah berlalu, namun dampaknya menyisakan pekerjaan rumah besar: 165.000 warkah yang menyimpan sejarah hak warga kini dalam kondisi kritis.
"Saat arsip-arsip itu terendam, yang terancam bukan sekadar kertas, melainkan rasa aman para pemilik tanah," ungkap Kepala Kanwil BPN Aceh, Arinaldi.
Namun, di tengah kepungan lumpur, muncul semangat transformasi. Restorasi ini tidak hanya bertujuan mengeringkan kertas yang basah, tetapi menjadi pintu gerbang menuju digitalisasi total. Arinaldi memimpikan kantor-kantor pertanahan yang terdampak akan "lahir kembali" sebagai kantor modern berbasis layanan digital.
Keterlibatan taruna STPN dan ahli dari ANRI menjadi bukti bahwa penyelamatan sejarah bangsa adalah kerja kolosal. Di tangan mereka, tiap lembar surat ukur yang dibersihkan adalah upaya mengembalikan kepastian hukum dan senyum masyarakat Aceh yang sempat luntur bersama genangan air. (Jau/*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini