Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 04 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memastikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan di tahun-tahun mendatang. Pemanfaatan anggaran tersebut akan diarahkan melalui perencanaan yang lebih matang agar hasilnya bisa lebih optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan bahwa besarnya SILPA dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari efisiensi pelaksanaan kegiatan hingga hasil proses lelang yang menghasilkan penghematan anggaran.
“Memang terdapat beberapa faktor yang menyebabkan SILPA, di antaranya persoalan waktu pelaksanaan kegiatan dan efisiensi dari proses lelang yang mencapai sekitar 19 persen. Namun SILPA tersebut tetap akan kita gunakan kembali untuk mendukung pembangunan ke depan dengan perencanaan yang lebih baik,” ujarnya usai menyampaikan jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis (4/6/2026).
Bahasan menegaskan, di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, kondisi perekonomian Kota Pontianak masih tergolong stabil. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai potensi yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi daerah.
Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur positif.
“Alhamdulillah, kondisi Kota Pontianak masih baik. Ke depan tentu kita harus terus berupaya bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga,” katanya.
Terkait inflasi, Bahasan menyebutkan bahwa laju inflasi di Kota Pontianak masih dalam kondisi terkendali. Hal ini juga didukung oleh posisi strategis Pontianak sebagai pusat distribusi barang di Kalimantan Barat.
Menurutnya, sebagian besar pasokan barang masuk terlebih dahulu ke Pontianak sebelum disalurkan ke berbagai kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat, sehingga ketersediaan barang relatif lebih stabil.
Meski begitu, Pemkot Pontianak tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat, salah satunya melalui operasi pasar dan pasar murah jika terjadi gejolak harga.
“Kami akan terus sigap melalui operasi pasar dan pasar murah. Selain itu, masyarakat juga terus diedukasi agar tidak panik dalam berbelanja sehingga kondisi pasar tetap stabil,” ungkapnya.
Bahasan menambahkan, pemerintah kota juga telah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung program bantuan kebutuhan dasar masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Pontianak dalam menjaga daya beli serta kesejahteraan warga di tengah tantangan ekonomi yang ada. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memastikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan di tahun-tahun mendatang. Pemanfaatan anggaran tersebut akan diarahkan melalui perencanaan yang lebih matang agar hasilnya bisa lebih optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan bahwa besarnya SILPA dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari efisiensi pelaksanaan kegiatan hingga hasil proses lelang yang menghasilkan penghematan anggaran.
“Memang terdapat beberapa faktor yang menyebabkan SILPA, di antaranya persoalan waktu pelaksanaan kegiatan dan efisiensi dari proses lelang yang mencapai sekitar 19 persen. Namun SILPA tersebut tetap akan kita gunakan kembali untuk mendukung pembangunan ke depan dengan perencanaan yang lebih baik,” ujarnya usai menyampaikan jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis (4/6/2026).
Bahasan menegaskan, di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, kondisi perekonomian Kota Pontianak masih tergolong stabil. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai potensi yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi daerah.
Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur positif.
“Alhamdulillah, kondisi Kota Pontianak masih baik. Ke depan tentu kita harus terus berupaya bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga,” katanya.
Terkait inflasi, Bahasan menyebutkan bahwa laju inflasi di Kota Pontianak masih dalam kondisi terkendali. Hal ini juga didukung oleh posisi strategis Pontianak sebagai pusat distribusi barang di Kalimantan Barat.
Menurutnya, sebagian besar pasokan barang masuk terlebih dahulu ke Pontianak sebelum disalurkan ke berbagai kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat, sehingga ketersediaan barang relatif lebih stabil.
Meski begitu, Pemkot Pontianak tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat, salah satunya melalui operasi pasar dan pasar murah jika terjadi gejolak harga.
“Kami akan terus sigap melalui operasi pasar dan pasar murah. Selain itu, masyarakat juga terus diedukasi agar tidak panik dalam berbelanja sehingga kondisi pasar tetap stabil,” ungkapnya.
Bahasan menambahkan, pemerintah kota juga telah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung program bantuan kebutuhan dasar masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Pontianak dalam menjaga daya beli serta kesejahteraan warga di tengah tantangan ekonomi yang ada. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini