Ketapang    

Meski Anggaran Dipangkas Rp500 Miliar, Bupati Alexander Pastikan Jalan Pelang–Kepuluk Tetap Dibangun

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 22 June 2026
Meski Anggaran Dipangkas Rp500 Miliar, Bupati Alexander Pastikan Jalan Pelang–Kepuluk Tetap Dibangun
Alexander Wilyo memastikan pembangunan Jalan Pelang–Kepuluk tetap berlanjut pada 2026 meski anggaran Ketapang dipangkas (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan pembangunan ruas Jalan Pelang–Kepuluk hingga Sungai Kulan tetap menjadi prioritas pada tahun 2026 meskipun daerah menghadapi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp500 miliar.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Ketapang Alexander Wilyo saat meninjau langsung kondisi ruas jalan Pelang–Kepuluk. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Sebagai langkah percepatan, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan mengoptimalkan pendanaan melalui APBD, memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.

"Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Kami tetap berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang layak bagi masyarakat dengan mengoptimalkan APBD, memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong," kata Alexander Wilyo.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan jalan Pelang–Kepuluk. Pada tahun 2026, pembangunan di kawasan gambut dalam akan dilanjutkan menggunakan konstruksi tiang pancang yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Ketapang.

Pengerjaan akan dimulai dari ujung beton Kafe Merah, sementara proses tender proyek saat ini sedang berlangsung.

Selain itu, ruas Kepuluk menuju Batu Tajam juga akan mendapat peningkatan melalui program pengaspalan yang dimulai dari Jembatan Kepuluk ke arah Sungai Kulan. Pemerintah juga berencana memperbaiki sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan berat di kawasan Pengatapan dan Batu Tajam.

Menurut Alexander, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menyebut pembangunan dilakukan dengan filosofi "bececat", yakni bekerja secara bertahap namun konsisten hingga seluruh target pembangunan dapat diselesaikan dengan baik.

"Kami memilih bergerak secara bertahap tetapi pasti. Setiap tahapan pembangunan harus menghasilkan infrastruktur yang kuat, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Ketapang," ujarnya.

Alexander menilai keberadaan jalan yang memadai akan memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat, mulai dari memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempermudah akses pendidikan, hingga mempercepat pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah pedalaman.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk ikut mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dengan dukungan dunia usaha, masyarakat, dan semangat gotong royong, saya optimistis visi Ketapang Maju dan Mandiri dapat kita wujudkan bersama," tutup Alexander Wilyo. (*)

Artikel Selanjutnya
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Hari Bhayangkara, Polres Kapuas Hulu Sediakan Cek Kesehatan Gratis
Monday, 22 June 2026
Artikel Sebelumnya
Kapuas Hulu Resmi Mulai Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ajak Warga Berikan Data yang Jujur
Monday, 22 June 2026

Berita terkait