Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 22 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan pembangunan ruas Jalan Pelang–Kepuluk hingga Sungai Kulan tetap menjadi prioritas pada tahun 2026 meskipun daerah menghadapi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp500 miliar.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Ketapang Alexander Wilyo saat meninjau langsung kondisi ruas jalan Pelang–Kepuluk. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Sebagai langkah percepatan, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan mengoptimalkan pendanaan melalui APBD, memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.
"Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Kami tetap berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang layak bagi masyarakat dengan mengoptimalkan APBD, memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong," kata Alexander Wilyo.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan jalan Pelang–Kepuluk. Pada tahun 2026, pembangunan di kawasan gambut dalam akan dilanjutkan menggunakan konstruksi tiang pancang yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Ketapang.
Pengerjaan akan dimulai dari ujung beton Kafe Merah, sementara proses tender proyek saat ini sedang berlangsung.
Selain itu, ruas Kepuluk menuju Batu Tajam juga akan mendapat peningkatan melalui program pengaspalan yang dimulai dari Jembatan Kepuluk ke arah Sungai Kulan. Pemerintah juga berencana memperbaiki sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan berat di kawasan Pengatapan dan Batu Tajam.
Menurut Alexander, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menyebut pembangunan dilakukan dengan filosofi "bececat", yakni bekerja secara bertahap namun konsisten hingga seluruh target pembangunan dapat diselesaikan dengan baik.
"Kami memilih bergerak secara bertahap tetapi pasti. Setiap tahapan pembangunan harus menghasilkan infrastruktur yang kuat, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Ketapang," ujarnya.
Alexander menilai keberadaan jalan yang memadai akan memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat, mulai dari memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempermudah akses pendidikan, hingga mempercepat pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah pedalaman.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk ikut mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dengan dukungan dunia usaha, masyarakat, dan semangat gotong royong, saya optimistis visi Ketapang Maju dan Mandiri dapat kita wujudkan bersama," tutup Alexander Wilyo. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan pembangunan ruas Jalan Pelang–Kepuluk hingga Sungai Kulan tetap menjadi prioritas pada tahun 2026 meskipun daerah menghadapi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp500 miliar.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Ketapang Alexander Wilyo saat meninjau langsung kondisi ruas jalan Pelang–Kepuluk. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Sebagai langkah percepatan, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan mengoptimalkan pendanaan melalui APBD, memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.
"Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Kami tetap berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang layak bagi masyarakat dengan mengoptimalkan APBD, memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong," kata Alexander Wilyo.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan jalan Pelang–Kepuluk. Pada tahun 2026, pembangunan di kawasan gambut dalam akan dilanjutkan menggunakan konstruksi tiang pancang yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Ketapang.
Pengerjaan akan dimulai dari ujung beton Kafe Merah, sementara proses tender proyek saat ini sedang berlangsung.
Selain itu, ruas Kepuluk menuju Batu Tajam juga akan mendapat peningkatan melalui program pengaspalan yang dimulai dari Jembatan Kepuluk ke arah Sungai Kulan. Pemerintah juga berencana memperbaiki sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan berat di kawasan Pengatapan dan Batu Tajam.
Menurut Alexander, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menyebut pembangunan dilakukan dengan filosofi "bececat", yakni bekerja secara bertahap namun konsisten hingga seluruh target pembangunan dapat diselesaikan dengan baik.
"Kami memilih bergerak secara bertahap tetapi pasti. Setiap tahapan pembangunan harus menghasilkan infrastruktur yang kuat, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Ketapang," ujarnya.
Alexander menilai keberadaan jalan yang memadai akan memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat, mulai dari memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempermudah akses pendidikan, hingga mempercepat pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah pedalaman.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk ikut mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dengan dukungan dunia usaha, masyarakat, dan semangat gotong royong, saya optimistis visi Ketapang Maju dan Mandiri dapat kita wujudkan bersama," tutup Alexander Wilyo. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini