Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 28 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Seorang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat, meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil), Jumat (26/6/2026).
Korban diketahui bernama Nola Dya Sari. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkapkan, sebelum kondisinya menurun, Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas seperti biasa tanpa mengeluhkan gangguan kesehatan.
Mengutip berbagai sumber, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan mengatakan, Nola mengikuti pembelajaran mata pelajaran sosiologi dan teknik perkebunan hingga sore hari.
"Pada Jumat, 26 Juni 2026, almarhumah mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan," kata Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mulai mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satuan pendidikan kemudian memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang.
Nola tiba di IGD sekitar pukul 19.20 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan serta penanganan medis. Setelah kondisinya distabilisasi, tim dokter merujuknya ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.
Setibanya di RSUD Abdul Aziz sekitar pukul 20.20 WIB, Nola kembali mendapatkan penanganan intensif. Namun, kondisinya terus memburuk hingga mengalami henti jantung.
Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi sebagai upaya mengembalikan fungsi jantung. Meski demikian, nyawa Nola tidak dapat diselamatkan.
"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia," ujar Ketut.
Kemenhan menjelaskan, Nola sebelumnya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi kesehatan sebelum dinyatakan lolos sebagai peserta SPPI. Pemeriksaan meliputi tes laboratorium darah dan urin, tes kehamilan, rontgen toraks, elektrokardiografi (EKG), USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Nola dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan, meski terdapat catatan mengenai kondisi kelebihan berat badan.
Ketut menegaskan, seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pendidikan, termasuk Nola, telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di satuan pendidikan maupun setelah dirujuk ke rumah sakit.
Menurut Kemenhan, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan latihan dasar militer Program SPPI. Atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, penyelenggara akan memperkuat pemeriksaan kesehatan berkala, menyesuaikan intensitas kegiatan, serta meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI.
Nola Dya Sari tercatat sebagai peserta kelima yang meninggal dunia selama pelaksanaan latihan dasar militer bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Lid)
KALBARONLINE.com – Seorang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat, meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil), Jumat (26/6/2026).
Korban diketahui bernama Nola Dya Sari. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkapkan, sebelum kondisinya menurun, Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas seperti biasa tanpa mengeluhkan gangguan kesehatan.
Mengutip berbagai sumber, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan mengatakan, Nola mengikuti pembelajaran mata pelajaran sosiologi dan teknik perkebunan hingga sore hari.
"Pada Jumat, 26 Juni 2026, almarhumah mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan," kata Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mulai mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satuan pendidikan kemudian memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang.
Nola tiba di IGD sekitar pukul 19.20 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan serta penanganan medis. Setelah kondisinya distabilisasi, tim dokter merujuknya ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.
Setibanya di RSUD Abdul Aziz sekitar pukul 20.20 WIB, Nola kembali mendapatkan penanganan intensif. Namun, kondisinya terus memburuk hingga mengalami henti jantung.
Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi sebagai upaya mengembalikan fungsi jantung. Meski demikian, nyawa Nola tidak dapat diselamatkan.
"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia," ujar Ketut.
Kemenhan menjelaskan, Nola sebelumnya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi kesehatan sebelum dinyatakan lolos sebagai peserta SPPI. Pemeriksaan meliputi tes laboratorium darah dan urin, tes kehamilan, rontgen toraks, elektrokardiografi (EKG), USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Nola dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan, meski terdapat catatan mengenai kondisi kelebihan berat badan.
Ketut menegaskan, seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pendidikan, termasuk Nola, telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di satuan pendidikan maupun setelah dirujuk ke rumah sakit.
Menurut Kemenhan, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan latihan dasar militer Program SPPI. Atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, penyelenggara akan memperkuat pemeriksaan kesehatan berkala, menyesuaikan intensitas kegiatan, serta meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI.
Nola Dya Sari tercatat sebagai peserta kelima yang meninggal dunia selama pelaksanaan latihan dasar militer bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini