Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 03 July 2026 |
KALBARONLINE.COM – Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 tak hanya menjadi ajang mencari calon sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pertanahan dan tata ruang, tetapi juga menjadi wadah lahirnya semangat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa.
Politeknik Agraria STPN yang berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun ini diikuti sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu peserta, Aditya Rahman (17), asal Bandung, Jawa Barat, memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) karena ingin berkontribusi dalam pengembangan tata ruang Indonesia.
"Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik," ujar Aditya.
Untuk mewujudkan cita-citanya, Aditya mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai materi ujian, mulai dari matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior agar lebih siap menghadapi seleksi.
Meski sempat merasa tegang usai mengikuti ujian, Aditya mengaku sebagian besar materi yang diujikan masih sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya. Menurutnya, peserta hanya dituntut lebih teliti dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.
Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), calon taruni asal Karawang, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT).
Baginya, bidang pertanahan memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga menjadi alasan utama memilih melanjutkan pendidikan di Politeknik Agraria STPN.
"Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam," katanya.
Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin setiap hari dan mengerjakan berbagai latihan soal.
Meski menghadapi sejumlah soal yang berbeda dari materi yang dipelajarinya, ia menilai tantangan terbesar justru berasal dari dirinya sendiri.
"Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan saya berusaha tetap percaya diri," pungkasnya.
Pelaksanaan SPTB Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) akan melanjutkan tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. (*)
KALBARONLINE.COM – Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 tak hanya menjadi ajang mencari calon sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pertanahan dan tata ruang, tetapi juga menjadi wadah lahirnya semangat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa.
Politeknik Agraria STPN yang berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun ini diikuti sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu peserta, Aditya Rahman (17), asal Bandung, Jawa Barat, memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) karena ingin berkontribusi dalam pengembangan tata ruang Indonesia.
"Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik," ujar Aditya.
Untuk mewujudkan cita-citanya, Aditya mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai materi ujian, mulai dari matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior agar lebih siap menghadapi seleksi.
Meski sempat merasa tegang usai mengikuti ujian, Aditya mengaku sebagian besar materi yang diujikan masih sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya. Menurutnya, peserta hanya dituntut lebih teliti dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.
Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), calon taruni asal Karawang, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT).
Baginya, bidang pertanahan memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga menjadi alasan utama memilih melanjutkan pendidikan di Politeknik Agraria STPN.
"Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam," katanya.
Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin setiap hari dan mengerjakan berbagai latihan soal.
Meski menghadapi sejumlah soal yang berbeda dari materi yang dipelajarinya, ia menilai tantangan terbesar justru berasal dari dirinya sendiri.
"Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan saya berusaha tetap percaya diri," pungkasnya.
Pelaksanaan SPTB Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) akan melanjutkan tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini