Pontianak    

50 Pelajar Wilayah 3T Kalbar Terima Beasiswa ADEM, Sekolah hingga Biaya Hidup Ditanggung Pemerintah

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 18 July 2026
50 Pelajar Wilayah 3T Kalbar Terima Beasiswa ADEM, Sekolah hingga Biaya Hidup Ditanggung Pemerintah
50 pelajar wilayah 3T Kalbar menerima Beasiswa ADEM. Sekolah, biaya hidup, dan tempat tinggal ditanggung pemerintah (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Sebanyak 50 pelajar asal wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Barat menerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui program pemerintah pusat tersebut, para siswa akan melanjutkan pendidikan di sejumlah SMA dan SMK negeri di Kota Pontianak. Seluruh biaya pendidikan, biaya hidup, hingga tempat tinggal selama menempuh pendidikan ditanggung pemerintah.

Prosesi serah terima sekaligus pembekalan siswa berlangsung di Hotel Gajahmada Pontianak, Jumat (17/7/2026), dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri.

Suasana haru mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua tampak mengantar dan melepas anak-anak mereka yang akan menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.

Syarif Faisal mengatakan Program ADEM merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi pelajar berprestasi yang berasal dari wilayah 3T.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kalian akan belajar di sekolah-sekolah terbaik sehingga harus mampu menyesuaikan diri, menjaga sikap, disiplin, dan menunjukkan prestasi. Buktikan bahwa siswa dari daerah 3T memiliki kemampuan yang sama dan mampu bersaing," kata Faisal.

Ia menilai pemerataan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu, menurutnya, terlihat dari hasil pemeringkatan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang menunjukkan sekolah-sekolah terbaik kini tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

"Kalau melihat pemeringkatan UTBK, sekitar 30 sekolah terbaik sudah tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Ini menunjukkan pemerataan kualitas pendidikan terus mengalami kemajuan," ujarnya.

Faisal menjelaskan, penerima Beasiswa ADEM tidak dipilih berdasarkan kondisi ekonomi semata, melainkan merupakan siswa berprestasi dari wilayah 3T yang lolos seleksi secara berjenjang berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah.

Selama menjalani pendidikan di Pontianak, para siswa juga akan tinggal bersama orang tua asuh yang sebagian besar merupakan guru di sekolah tempat mereka menempuh pendidikan.

"Pemerintah pusat menanggung biaya pendidikan dan biaya hidup mereka. Untuk tempat tinggal, mereka akan didampingi orang tua asuh dari guru-guru di sekolah penerima," jelasnya.

Sebanyak 50 siswa tersebut ditempatkan di SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 3 Pontianak, SMA Negeri 7 Pontianak, SMA Negeri 8 Pontianak, SMK Negeri 1 Pontianak, SMK Negeri 5 Pontianak, dan SMK Negeri 9 Pontianak.

Mereka berasal dari sejumlah wilayah 3T di Kalimantan Barat, di antaranya Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sanggau, Sambas, serta kawasan perbatasan Ketungau dan Badau.

Kepala SMK Negeri 1 Pontianak, Anis Sarifudin Adi, mengatakan sekolahnya telah menerima siswa Program ADEM selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, para siswa mampu mengikuti proses belajar dengan baik dan bersaing dengan siswa lainnya.

"Selama tiga tahun menerima siswa ADEM, kami melihat kemampuan mereka sangat baik. Bahkan tidak pernah ada yang tidak naik kelas," katanya.

Meski demikian, ia menilai tantangan terbesar yang dihadapi peserta ADEM adalah proses adaptasi karena harus tinggal jauh dari keluarga.

"Yang paling penting di awal adalah bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri. Selain belajar mandiri, mereka juga harus menghadapi rasa rindu kepada keluarga," ujarnya.

Salah seorang orang tua siswa asal Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, mengaku bersyukur putrinya terpilih sebagai penerima Beasiswa ADEM. Kesempatan tersebut menjadi harapan besar bagi keluarganya.

"Awalnya kami hanya berharap dia bisa sekolah dekat rumah. Ternyata lulus seleksi dan mendapat beasiswa. Ini benar-benar anugerah," katanya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Disdik Kalbar Larang Jual Beli Seragam di Sekolah, Kepsek Terancam Dicopot Jika Melanggar
Saturday, 18 July 2026
Artikel Sebelumnya
AHY Minta Demokrat Kalbar Solid, Targetkan Rebut Dua Kursi DPR RI pada Pemilu 2029
Saturday, 18 July 2026

Berita terkait