Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 06 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Video viral yang diduga memperlihatkan dua oknum guru SMKN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, memicu aksi ratusan siswa. Sekitar 700 siswa menggelar unjuk rasa di lingkungan sekolah pada Rabu (5/8/2026) pagi, menuntut agar kedua oknum guru tersebut dinonaktifkan dari aktivitas belajar mengajar.
Aksi yang dipimpin Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, berlangsung dengan pengawalan pihak kepolisian. Dalam aksi itu, para siswa menyuarakan tuntutan agar kedua oknum guru berinisial US dan SNR tidak lagi mengajar selama persoalan tersebut diproses.
Tuntutan itu muncul setelah video yang diduga memperlihatkan kedua oknum guru berada di salah satu hotel di Sungai Pinyuh beredar luas di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan publik.
Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, meminta para siswa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekolah. Ia menegaskan persoalan tersebut akan ditangani bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.
“Kami harap para siswa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekolah. Biarkan permasalahan ini diselesaikan oleh pihak sekolah bersama komite dan Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Bambang Juwarno. Ia meminta seluruh siswa tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun merusak fasilitas sekolah.
“Saya minta agar siswa menyerahkan permasalahan ini kepada pihak yang terkait yakni sekolah bersama Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar, serta Komite Sekolah,” ujarnya.
Bambang juga mengimbau para siswa untuk membubarkan diri dan kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.
“Silakan siswa kembali ke kelas untuk kembali belajar seperti biasanya,” pintanya.
Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hilir, IPTU Edi Marwan, yang turun langsung mengamankan jalannya aksi, mengimbau para siswa tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak lain.
“Para siswa lebih tenang, karena permasalahan ini masih dalam tahap pendalaman. Jadi, serahkan semuanya kepada pihak sekolah dan komite sekolah untuk memastikan kebenaran atas permasalahan yang ada,” ujarnya. (*)
KALBARONLINE.com – Video viral yang diduga memperlihatkan dua oknum guru SMKN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, memicu aksi ratusan siswa. Sekitar 700 siswa menggelar unjuk rasa di lingkungan sekolah pada Rabu (5/8/2026) pagi, menuntut agar kedua oknum guru tersebut dinonaktifkan dari aktivitas belajar mengajar.
Aksi yang dipimpin Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, berlangsung dengan pengawalan pihak kepolisian. Dalam aksi itu, para siswa menyuarakan tuntutan agar kedua oknum guru berinisial US dan SNR tidak lagi mengajar selama persoalan tersebut diproses.
Tuntutan itu muncul setelah video yang diduga memperlihatkan kedua oknum guru berada di salah satu hotel di Sungai Pinyuh beredar luas di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan publik.
Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, meminta para siswa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekolah. Ia menegaskan persoalan tersebut akan ditangani bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.
“Kami harap para siswa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekolah. Biarkan permasalahan ini diselesaikan oleh pihak sekolah bersama komite dan Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Bambang Juwarno. Ia meminta seluruh siswa tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun merusak fasilitas sekolah.
“Saya minta agar siswa menyerahkan permasalahan ini kepada pihak yang terkait yakni sekolah bersama Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar, serta Komite Sekolah,” ujarnya.
Bambang juga mengimbau para siswa untuk membubarkan diri dan kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.
“Silakan siswa kembali ke kelas untuk kembali belajar seperti biasanya,” pintanya.
Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hilir, IPTU Edi Marwan, yang turun langsung mengamankan jalannya aksi, mengimbau para siswa tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak lain.
“Para siswa lebih tenang, karena permasalahan ini masih dalam tahap pendalaman. Jadi, serahkan semuanya kepada pihak sekolah dan komite sekolah untuk memastikan kebenaran atas permasalahan yang ada,” ujarnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini