Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 31 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Perjuangan Satuan Tugas (Satgas) dan relawan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Melawi tidak hanya membutuhkan peralatan pemadaman, tetapi juga dukungan logistik, terutama makanan dan minuman bagi mereka yang berhari-hari berjibaku di lapangan.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum KPA Ciwanadri Kabupaten Melawi, Dea Kusumah Wardhana, mengusulkan agar keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan para Satgas dan relawan yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Menurut Dea, para petugas yang berada di garis depan tidak boleh dibiarkan berjuang hanya dengan mengandalkan bekal seadanya. Mereka membutuhkan asupan makanan yang cukup agar tetap memiliki tenaga dan kondisi fisik yang prima saat melakukan pemadaman.
“Mereka berjuang dari pagi, siang, bahkan sampai malam. Api yang mereka hadapi bukan perkara kecil. Di tengah panas, asap dan keterbatasan air, mereka tetap bertahan. Jangan sampai urusan makan mereka justru terabaikan,” ujar Dea, Senin (31/8/2026).
Ia berharap dapur MBG yang ada di Kabupaten Melawi dapat dilibatkan dalam situasi darurat seperti Karhutla, khususnya untuk membantu menyediakan makanan bagi personel Satgas, relawan maupun masyarakat yang terdampak dan terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.
Menurutnya, konsep tersebut tidak harus mengambil alih program MBG, namun dapat menjadi bentuk dukungan kemanusiaan dan kolaborasi lintas pihak ketika daerah menghadapi kondisi darurat bencana asap.
“Kalau dapur MBG bisa membantu menyiapkan makanan untuk para pejuang Karhutla, tentu ini akan sangat berarti. Mereka tidak meminta banyak. Mereka hanya butuh dukungan agar bisa terus bertahan di lapangan,” katanya.
Dea menilai, penanganan Karhutla membutuhkan gotong royong seluruh elemen. Pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, organisasi relawan, dunia usaha hingga masyarakat harus bergerak bersama.
Sebab, lanjutnya, memadamkan api bukan hanya soal air dan selang pemadam, tetapi juga memastikan orang-orang yang berada di garis depan tetap kuat untuk menjalankan tugasnya.
“Mari kita jangan hanya melihat mereka ketika api sudah besar. Perhatikan juga kebutuhan mereka ketika sedang berjuang. Secangkir air, sebungkus nasi, dan dukungan masyarakat mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang berjibaku dengan api, itu adalah energi untuk terus bertahan,” ungkapnya.
KPA Ciwanadri Kabupaten Melawi pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan nyata kepada para Satgas dan relawan Karhutla.
Karena di balik asap yang mengepul dan api yang membara, ada orang-orang yang mempertaruhkan tenaga, waktu bahkan keselamatan mereka demi menjaga masyarakat dan lingkungan.
KALBARONLINE.com - Perjuangan Satuan Tugas (Satgas) dan relawan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Melawi tidak hanya membutuhkan peralatan pemadaman, tetapi juga dukungan logistik, terutama makanan dan minuman bagi mereka yang berhari-hari berjibaku di lapangan.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum KPA Ciwanadri Kabupaten Melawi, Dea Kusumah Wardhana, mengusulkan agar keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan para Satgas dan relawan yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Menurut Dea, para petugas yang berada di garis depan tidak boleh dibiarkan berjuang hanya dengan mengandalkan bekal seadanya. Mereka membutuhkan asupan makanan yang cukup agar tetap memiliki tenaga dan kondisi fisik yang prima saat melakukan pemadaman.
“Mereka berjuang dari pagi, siang, bahkan sampai malam. Api yang mereka hadapi bukan perkara kecil. Di tengah panas, asap dan keterbatasan air, mereka tetap bertahan. Jangan sampai urusan makan mereka justru terabaikan,” ujar Dea, Senin (31/8/2026).
Ia berharap dapur MBG yang ada di Kabupaten Melawi dapat dilibatkan dalam situasi darurat seperti Karhutla, khususnya untuk membantu menyediakan makanan bagi personel Satgas, relawan maupun masyarakat yang terdampak dan terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.
Menurutnya, konsep tersebut tidak harus mengambil alih program MBG, namun dapat menjadi bentuk dukungan kemanusiaan dan kolaborasi lintas pihak ketika daerah menghadapi kondisi darurat bencana asap.
“Kalau dapur MBG bisa membantu menyiapkan makanan untuk para pejuang Karhutla, tentu ini akan sangat berarti. Mereka tidak meminta banyak. Mereka hanya butuh dukungan agar bisa terus bertahan di lapangan,” katanya.
Dea menilai, penanganan Karhutla membutuhkan gotong royong seluruh elemen. Pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, organisasi relawan, dunia usaha hingga masyarakat harus bergerak bersama.
Sebab, lanjutnya, memadamkan api bukan hanya soal air dan selang pemadam, tetapi juga memastikan orang-orang yang berada di garis depan tetap kuat untuk menjalankan tugasnya.
“Mari kita jangan hanya melihat mereka ketika api sudah besar. Perhatikan juga kebutuhan mereka ketika sedang berjuang. Secangkir air, sebungkus nasi, dan dukungan masyarakat mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang berjibaku dengan api, itu adalah energi untuk terus bertahan,” ungkapnya.
KPA Ciwanadri Kabupaten Melawi pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan nyata kepada para Satgas dan relawan Karhutla.
Karena di balik asap yang mengepul dan api yang membara, ada orang-orang yang mempertaruhkan tenaga, waktu bahkan keselamatan mereka demi menjaga masyarakat dan lingkungan.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini