Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 15 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Seorang anak berusia 6 tahun di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Peristiwa ini menjadi sorotan di tengah kondisi kabut asap yang dilaporkan semakin pekat di wilayah tersebut.
Kabar duka itu disampaikan paman korban, Miftahus, pada Rabu (14/10/2026). Ia mengungkapkan kesedihan sekaligus kekecewaannya terhadap kondisi kabut asap dan meminta pemerintah mengambil langkah nyata untuk melindungi masyarakat.
“Nunggu korban berapa orang lagi, baru kau bilang ini bencana nasional. Asap kabutnya makin parah. Ini ponakan aku meninggal hari ini gara-gara infeksi paru-paru. Kabut asap makin parah. Ayolah pemerintah, ayolah, gimana nih cara ngatasin ini. Minimal ada vitamin lah untuk masyarakat,” ujar Miftahus.
Ia berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap yang semakin memburuk.
“Dan jangan sampai ada korban lagi, ini ponakan aku sendiri kena korban meninggal gara-gara infeksi paru-paru. Oke, buat orang yang di atas tolonglah, jangan anggap remeh,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut pada Kamis (15/10/2026), pihak Humas RS Jamaludin I Sukadana belum memberikan keterangan terperinci. Pihak rumah sakit menyatakan masih melakukan koordinasi internal.
“Siap bang, nanti akan kami kabari setelah konfirmasi ke pelayanan ya,” ujar Humas RS Jamaludin I Sukadana saat dihubungi.
Kondisi kabut asap di Kabupaten Kayong Utara dan sekitarnya belakangan ini dilaporkan semakin pekat. Situasi tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap dampak paparan asap, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menangani kabut asap dan melindungi kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan medis yang memastikan hubungan langsung antara paparan kabut asap dan penyebab kematian anak tersebut. (Sans)
KALBARONLINE.com – Seorang anak berusia 6 tahun di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Peristiwa ini menjadi sorotan di tengah kondisi kabut asap yang dilaporkan semakin pekat di wilayah tersebut.
Kabar duka itu disampaikan paman korban, Miftahus, pada Rabu (14/10/2026). Ia mengungkapkan kesedihan sekaligus kekecewaannya terhadap kondisi kabut asap dan meminta pemerintah mengambil langkah nyata untuk melindungi masyarakat.
“Nunggu korban berapa orang lagi, baru kau bilang ini bencana nasional. Asap kabutnya makin parah. Ini ponakan aku meninggal hari ini gara-gara infeksi paru-paru. Kabut asap makin parah. Ayolah pemerintah, ayolah, gimana nih cara ngatasin ini. Minimal ada vitamin lah untuk masyarakat,” ujar Miftahus.
Ia berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap yang semakin memburuk.
“Dan jangan sampai ada korban lagi, ini ponakan aku sendiri kena korban meninggal gara-gara infeksi paru-paru. Oke, buat orang yang di atas tolonglah, jangan anggap remeh,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut pada Kamis (15/10/2026), pihak Humas RS Jamaludin I Sukadana belum memberikan keterangan terperinci. Pihak rumah sakit menyatakan masih melakukan koordinasi internal.
“Siap bang, nanti akan kami kabari setelah konfirmasi ke pelayanan ya,” ujar Humas RS Jamaludin I Sukadana saat dihubungi.
Kondisi kabut asap di Kabupaten Kayong Utara dan sekitarnya belakangan ini dilaporkan semakin pekat. Situasi tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap dampak paparan asap, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menangani kabut asap dan melindungi kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan medis yang memastikan hubungan langsung antara paparan kabut asap dan penyebab kematian anak tersebut. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini