Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 27 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan 1.220 kilogram beras cadangan pangan kepada warga Kelurahan Sungai Jawi Luar. Bantuan ini menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang belum menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, program beras cadangan pangan tersebut dialokasikan melalui APBD Kota Pontianak dan telah dilaksanakan sejak 2025.
“Ini merupakan penyerahan secara simbolis bantuan beras cadangan pangan. Mudah-mudahan memberikan manfaat kepada penerima, terutama mereka yang selama ini belum menerima bantuan PKH, BPNT maupun bantuan lainnya,” ujarnya saat menyerahkan bantuan di Aula Kantor Lurah Sungai Jawi Luar, Selasa (27/10/2026).
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu pembaruan dan sinkronisasi data penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Penyaluran bantuan ini juga dinilai relevan di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas. Gangguan distribusi maupun keterlambatan pasokan bahan bakar berpotensi meningkatkan biaya angkut dan memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Karena itu, Pemkot Pontianak melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga dan pasokan di pasaran.
“Bagi warga yang memang membutuhkan uluran tangan, kita ingin tetap hadir. Memang bantuan ini sifatnya jangka pendek, tetapi paling tidak dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” kata Bahasan.
Selain menyalurkan bantuan, Bahasan menekankan pentingnya pemutakhiran data agar program perlindungan sosial semakin tepat sasaran. Pemkot Pontianak, katanya, terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai unsur terkait untuk menyinkronkan data pemerintah pusat dan daerah.
“Data memang bukan segala-galanya, tetapi dengan data kita bisa berbuat banyak. Jangan sampai data pusat berbeda dengan kondisi yang kita temukan di daerah,” ujarnya.
Berbeda dengan sejumlah program bantuan yang menggunakan data pemerintah pusat, bantuan beras cadangan pangan melalui APBD Kota Pontianak memungkinkan pemerintah daerah berkoordinasi lebih dekat dalam menjangkau calon penerima yang belum terakomodasi dalam program bantuan lainnya.
Bahasan menegaskan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama dirinya tidak ingin ada warga yang luput dari perhatian hingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Kita tidak ingin ada warga Pontianak yang sampai tidak makan berhari-hari karena ketidakmampuannya atau ada masyarakat yang sakit dan terlantar tanpa penanganan,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkot Pontianak juga menerapkan pola jemput bola dengan melibatkan perangkat daerah, layanan kesehatan, kelurahan, serta jaringan RT dan RW untuk memantau kondisi masyarakat.
“Lurah punya jaringan RT dan RW. Tolong terus berkoordinasi agar kondisi masyarakat terpantau, sehingga pemerintah bisa segera action terhadap warga yang memang membutuhkan,” pesannya.
Bahasan berharap penyaluran 1.220 kilogram beras di Sungai Jawi Luar dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.
“Yang paling penting bantuan tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan 1.220 kilogram beras cadangan pangan kepada warga Kelurahan Sungai Jawi Luar. Bantuan ini menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang belum menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, program beras cadangan pangan tersebut dialokasikan melalui APBD Kota Pontianak dan telah dilaksanakan sejak 2025.
“Ini merupakan penyerahan secara simbolis bantuan beras cadangan pangan. Mudah-mudahan memberikan manfaat kepada penerima, terutama mereka yang selama ini belum menerima bantuan PKH, BPNT maupun bantuan lainnya,” ujarnya saat menyerahkan bantuan di Aula Kantor Lurah Sungai Jawi Luar, Selasa (27/10/2026).
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu pembaruan dan sinkronisasi data penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Penyaluran bantuan ini juga dinilai relevan di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas. Gangguan distribusi maupun keterlambatan pasokan bahan bakar berpotensi meningkatkan biaya angkut dan memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Karena itu, Pemkot Pontianak melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga dan pasokan di pasaran.
“Bagi warga yang memang membutuhkan uluran tangan, kita ingin tetap hadir. Memang bantuan ini sifatnya jangka pendek, tetapi paling tidak dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” kata Bahasan.
Selain menyalurkan bantuan, Bahasan menekankan pentingnya pemutakhiran data agar program perlindungan sosial semakin tepat sasaran. Pemkot Pontianak, katanya, terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai unsur terkait untuk menyinkronkan data pemerintah pusat dan daerah.
“Data memang bukan segala-galanya, tetapi dengan data kita bisa berbuat banyak. Jangan sampai data pusat berbeda dengan kondisi yang kita temukan di daerah,” ujarnya.
Berbeda dengan sejumlah program bantuan yang menggunakan data pemerintah pusat, bantuan beras cadangan pangan melalui APBD Kota Pontianak memungkinkan pemerintah daerah berkoordinasi lebih dekat dalam menjangkau calon penerima yang belum terakomodasi dalam program bantuan lainnya.
Bahasan menegaskan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama dirinya tidak ingin ada warga yang luput dari perhatian hingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Kita tidak ingin ada warga Pontianak yang sampai tidak makan berhari-hari karena ketidakmampuannya atau ada masyarakat yang sakit dan terlantar tanpa penanganan,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkot Pontianak juga menerapkan pola jemput bola dengan melibatkan perangkat daerah, layanan kesehatan, kelurahan, serta jaringan RT dan RW untuk memantau kondisi masyarakat.
“Lurah punya jaringan RT dan RW. Tolong terus berkoordinasi agar kondisi masyarakat terpantau, sehingga pemerintah bisa segera action terhadap warga yang memang membutuhkan,” pesannya.
Bahasan berharap penyaluran 1.220 kilogram beras di Sungai Jawi Luar dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.
“Yang paling penting bantuan tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini