Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 17 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyoroti munculnya penggunaan bendera atau simbol selain Merah Putih menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian karena menunjukkan rasa kebangsaan yang mulai menipis.
Norsan mengatakan momentum kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bagi generasi muda terhadap perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
“Yang penting kita dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini adalah mengingatkan kepada generasi muda akan pentingnya menghargai jasa-jasa pahlawan,” kata Norsan.
Ia menilai bentuk perjuangan generasi saat ini berbeda dengan para pendahulu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, kini masyarakat dapat mengisi kemerdekaan melalui berbagai bidang.
“Sekarang kita tidak berjuang dengan bambu runcing lagi, kita tidak berjuang dengan senjata lagi. Tetapi mari kita berjuang dengan mengisi kemerdekaan di segala bidang,” ujarnya.
Norsan kemudian menyinggung munculnya simbol atau bendera yang merepresentasikan identitas daerah di sejumlah wilayah.
“Yang kedua, saya melihat sekarang ini bahwa rasa kebangsaan sudah mulai sedikit menipis,” katanya.
Ia mencontohkan adanya bendera Papua, Aceh hingga bendera Borneo yang disebut mulai muncul di sejumlah daerah.
Menurut Norsan, identitas daerah tetap penting, tetapi jangan sampai menggeser rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Ia pun mengingatkan kembali pesan Presiden Soekarno tentang “Jas Merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah.
“Karena Bung Karno mengatakan jangan lupa dengan Jas Merah, yaitu sejarah,” ucapnya.
Untuk menumbuhkan kembali rasa kebangsaan, Norsan mendorong pendidikan sejarah perjuangan bangsa kembali diperkuat, khususnya di kalangan pelajar.
Ia bahkan mengusulkan agar pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang pernah diajarkan pada masa lalu dapat kembali dihidupkan.
“Kalau dulu zaman saya ada pelajaran namanya PSPB, Pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa. Itu harus kita hidupkan kembali,” katanya.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami sejarah agar mengetahui besarnya pengorbanan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Jangan lupa kita bahas sejarah Indonesia, sejarah bangsa kita. Supaya kita tahu perjuangan dan pengorbanan bangsa kita untuk memerdekakan bangsa ini,” pungkas Norsan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyoroti munculnya penggunaan bendera atau simbol selain Merah Putih menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian karena menunjukkan rasa kebangsaan yang mulai menipis.
Norsan mengatakan momentum kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bagi generasi muda terhadap perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
“Yang penting kita dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini adalah mengingatkan kepada generasi muda akan pentingnya menghargai jasa-jasa pahlawan,” kata Norsan.
Ia menilai bentuk perjuangan generasi saat ini berbeda dengan para pendahulu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, kini masyarakat dapat mengisi kemerdekaan melalui berbagai bidang.
“Sekarang kita tidak berjuang dengan bambu runcing lagi, kita tidak berjuang dengan senjata lagi. Tetapi mari kita berjuang dengan mengisi kemerdekaan di segala bidang,” ujarnya.
Norsan kemudian menyinggung munculnya simbol atau bendera yang merepresentasikan identitas daerah di sejumlah wilayah.
“Yang kedua, saya melihat sekarang ini bahwa rasa kebangsaan sudah mulai sedikit menipis,” katanya.
Ia mencontohkan adanya bendera Papua, Aceh hingga bendera Borneo yang disebut mulai muncul di sejumlah daerah.
Menurut Norsan, identitas daerah tetap penting, tetapi jangan sampai menggeser rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Ia pun mengingatkan kembali pesan Presiden Soekarno tentang “Jas Merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah.
“Karena Bung Karno mengatakan jangan lupa dengan Jas Merah, yaitu sejarah,” ucapnya.
Untuk menumbuhkan kembali rasa kebangsaan, Norsan mendorong pendidikan sejarah perjuangan bangsa kembali diperkuat, khususnya di kalangan pelajar.
Ia bahkan mengusulkan agar pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang pernah diajarkan pada masa lalu dapat kembali dihidupkan.
“Kalau dulu zaman saya ada pelajaran namanya PSPB, Pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa. Itu harus kita hidupkan kembali,” katanya.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami sejarah agar mengetahui besarnya pengorbanan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Jangan lupa kita bahas sejarah Indonesia, sejarah bangsa kita. Supaya kita tahu perjuangan dan pengorbanan bangsa kita untuk memerdekakan bangsa ini,” pungkas Norsan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini