Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 01 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat turut dikaitkan dengan pergerakan asap dari wilayah Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sebelumnya menyebut kabut asap di Kayong Utara dan sejumlah wilayah Kalbar tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah setempat, tetapi juga dipengaruhi limpahan asap dari Kalimantan Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Ria Norsan saat melakukan kunjungan ke Kayong Utara, Senin (21/9/2026). Ia menjelaskan, arah angin memungkinkan asap dari wilayah Kalimantan Tengah bergerak menuju Kalimantan Barat.
“Kalau saya bisa mengatakan asap ini tidak hanya dari Kayong Utara saja, tapi ini juga limpahan dari Kalimantan Tengah yang daerahnya berdekatan dan anginnya mengarah ke kita, dari Kalteng ke Ketapang dan Kayong Utara dan dari sini mengarah ke Pontianak,” terang Ria Norsan.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Ia membandingkan data luasan Karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sebagai salah satu gambaran kondisi kebakaran di kedua provinsi.
Agustiar menyampaikan hal tersebut di Palangka Raya, Selasa (29/9/2026) malam. Ia menyebut luas kebakaran di Kalimantan Tengah berdasarkan data yang dimilikinya berada pada kisaran 14.000 hingga 15.000 hektare.
Menurut Agustiar, data tersebut berasal dari Kementerian Kehutanan dan BPBD Kalimantan Tengah.
“Ini data menurut Menteri Kehutanan, menurut BPBD kita di angka 14.000 lebih saja,” ujar Agustiar.
Dalam kesempatan yang sama, Agustiar menyebut luas kebakaran di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 50.000 hektare. Angka tersebut dibandingkannya dengan luasan Karhutla di Kalimantan Tengah saat menjelaskan kondisi kabut asap yang belakangan dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Menurut Agustiar, kondisi kebakaran di masing-masing wilayah perlu dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan keberadaan asap yang terlihat di suatu daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa arah angin turut memengaruhi pergerakan asap. Karena itu, asap yang muncul di suatu wilayah tidak selalu berada tepat di lokasi sumber kebakaran, melainkan dapat bergerak mengikuti kondisi angin.
“Kalau angin barat ke barat, bila angin timur ke timur. Itu analoginya,” kata Agustiar.
Pergerakan asap tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat kondisi kabut asap antarwilayah di Kalimantan. Selain arah angin, perkembangan Karhutla juga berkaitan dengan luasan area terbakar, kondisi cuaca, serta hasil pemantauan di lapangan.
Penanganan Karhutla pun masih menjadi perhatian pemerintah di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Tengah, seiring kondisi cuaca dan kebakaran yang masih memerlukan pemantauan di sejumlah wilayah.
KALBARONLINE.com – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat turut dikaitkan dengan pergerakan asap dari wilayah Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sebelumnya menyebut kabut asap di Kayong Utara dan sejumlah wilayah Kalbar tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah setempat, tetapi juga dipengaruhi limpahan asap dari Kalimantan Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Ria Norsan saat melakukan kunjungan ke Kayong Utara, Senin (21/9/2026). Ia menjelaskan, arah angin memungkinkan asap dari wilayah Kalimantan Tengah bergerak menuju Kalimantan Barat.
“Kalau saya bisa mengatakan asap ini tidak hanya dari Kayong Utara saja, tapi ini juga limpahan dari Kalimantan Tengah yang daerahnya berdekatan dan anginnya mengarah ke kita, dari Kalteng ke Ketapang dan Kayong Utara dan dari sini mengarah ke Pontianak,” terang Ria Norsan.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Ia membandingkan data luasan Karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sebagai salah satu gambaran kondisi kebakaran di kedua provinsi.
Agustiar menyampaikan hal tersebut di Palangka Raya, Selasa (29/9/2026) malam. Ia menyebut luas kebakaran di Kalimantan Tengah berdasarkan data yang dimilikinya berada pada kisaran 14.000 hingga 15.000 hektare.
Menurut Agustiar, data tersebut berasal dari Kementerian Kehutanan dan BPBD Kalimantan Tengah.
“Ini data menurut Menteri Kehutanan, menurut BPBD kita di angka 14.000 lebih saja,” ujar Agustiar.
Dalam kesempatan yang sama, Agustiar menyebut luas kebakaran di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 50.000 hektare. Angka tersebut dibandingkannya dengan luasan Karhutla di Kalimantan Tengah saat menjelaskan kondisi kabut asap yang belakangan dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Menurut Agustiar, kondisi kebakaran di masing-masing wilayah perlu dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan keberadaan asap yang terlihat di suatu daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa arah angin turut memengaruhi pergerakan asap. Karena itu, asap yang muncul di suatu wilayah tidak selalu berada tepat di lokasi sumber kebakaran, melainkan dapat bergerak mengikuti kondisi angin.
“Kalau angin barat ke barat, bila angin timur ke timur. Itu analoginya,” kata Agustiar.
Pergerakan asap tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat kondisi kabut asap antarwilayah di Kalimantan. Selain arah angin, perkembangan Karhutla juga berkaitan dengan luasan area terbakar, kondisi cuaca, serta hasil pemantauan di lapangan.
Penanganan Karhutla pun masih menjadi perhatian pemerintah di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Tengah, seiring kondisi cuaca dan kebakaran yang masih memerlukan pemantauan di sejumlah wilayah.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini