Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 23 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta doa kepada para ulama dari berbagai wilayah Kalimantan agar hujan segera turun dan mengakhiri kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Permintaan itu disampaikan Edi saat menutup Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu (23/8/2026).
Rakorda tersebut diikuti pengurus MUI dari lima provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya merasa tersanjung dan bersyukur diberikan kesempatan untuk menutup kegiatan Rapat Koordinasi Daerah MUI Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026,” ujar Edi usai menutup kegiatan.
Edi berharap Rakorda tidak hanya menjadi ruang memperkuat silaturahmi antarpengurus MUI, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan ulama menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Terlebih, kewenangan pemerintahan terbagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota.
“Kita memiliki kewenangan yang terbagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan para ulama menjadi sangat penting dalam membangun masyarakat dan daerah,” katanya.
Edi juga mengapresiasi kehadiran Ketua Komisi II DPR RI dalam rangkaian Rakorda. Menurutnya, perhatian terhadap tata kelola pemerintahan, khususnya di daerah, penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun, di tengah kegiatan tersebut, Edi turut menyampaikan kondisi yang sedang dihadapi sejumlah wilayah Kalimantan akibat karhutla dan kabut asap.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kota Pontianak. Pemerintah kota telah mengambil sejumlah langkah perlindungan, termasuk meliburkan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik jenjang TK, SD dan SMP serta membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Karena itu, Edi secara khusus meminta doa kepada seluruh peserta Rakorda yang datang dari berbagai wilayah Kalimantan agar hujan segera turun.
“Kepada seluruh tamu dari berbagai wilayah Kalimantan, kami mohon doa agar Allah segera menurunkan hujan yang berkah, sehingga kondisi kabut asap dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.
Ia berharap hujan yang turun nantinya menjadi rahmat bagi seluruh wilayah Kalimantan sekaligus membantu proses penanganan karhutla dan mengakhiri kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Edi juga berharap Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan semakin memperkuat hubungan antara ulama, umara dan seluruh elemen masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini semakin memperkuat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta doa kepada para ulama dari berbagai wilayah Kalimantan agar hujan segera turun dan mengakhiri kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Permintaan itu disampaikan Edi saat menutup Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu (23/8/2026).
Rakorda tersebut diikuti pengurus MUI dari lima provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya merasa tersanjung dan bersyukur diberikan kesempatan untuk menutup kegiatan Rapat Koordinasi Daerah MUI Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026,” ujar Edi usai menutup kegiatan.
Edi berharap Rakorda tidak hanya menjadi ruang memperkuat silaturahmi antarpengurus MUI, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan ulama menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Terlebih, kewenangan pemerintahan terbagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota.
“Kita memiliki kewenangan yang terbagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan para ulama menjadi sangat penting dalam membangun masyarakat dan daerah,” katanya.
Edi juga mengapresiasi kehadiran Ketua Komisi II DPR RI dalam rangkaian Rakorda. Menurutnya, perhatian terhadap tata kelola pemerintahan, khususnya di daerah, penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun, di tengah kegiatan tersebut, Edi turut menyampaikan kondisi yang sedang dihadapi sejumlah wilayah Kalimantan akibat karhutla dan kabut asap.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kota Pontianak. Pemerintah kota telah mengambil sejumlah langkah perlindungan, termasuk meliburkan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik jenjang TK, SD dan SMP serta membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Karena itu, Edi secara khusus meminta doa kepada seluruh peserta Rakorda yang datang dari berbagai wilayah Kalimantan agar hujan segera turun.
“Kepada seluruh tamu dari berbagai wilayah Kalimantan, kami mohon doa agar Allah segera menurunkan hujan yang berkah, sehingga kondisi kabut asap dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.
Ia berharap hujan yang turun nantinya menjadi rahmat bagi seluruh wilayah Kalimantan sekaligus membantu proses penanganan karhutla dan mengakhiri kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Edi juga berharap Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan semakin memperkuat hubungan antara ulama, umara dan seluruh elemen masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini semakin memperkuat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini