Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 27 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII SMA/SMK di Kalimantan Barat berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Siswa yang terdampak kendala teknis akan difasilitasi untuk mengikuti ujian susulan agar tetap mendapatkan kesempatan mengikuti tes.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faizal, mengatakan pelaksanaan TKA secara umum berjalan lancar. Namun, pada sesi pertama hari kedua, Selasa (27/10/2026), terjadi kendala teknis yang juga dialami secara nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan TKA di SMKN 5 Pontianak.
“Alhamdulillah, hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Secara nasional, pelaksanaannya berjalan lancar, meskipun pada sesi pertama tadi ada kendala. Namun, kendala tersebut bukan hanya terjadi di Kalimantan Barat, melainkan merupakan kendala nasional,” kata Syarif.
Ia mengatakan, peserta yang terdampak kendala tersebut akan mengikuti ujian susulan. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari grup panitia, jadwal susulan paling cepat dilaksanakan pada 30 Oktober. Namun, peserta juga berpeluang mengikuti gelombang berikutnya pada 1 atau 2 November.
Menurut Syarif, keputusan akhir mengenai jadwal ujian susulan berada di tangan panitia pusat.
“Insyaallah, hak anak-anak untuk mengikuti TKA tetap bisa difasilitasi. Jangan sampai kendala teknis membuat mereka tertunda atau bahkan batal mengikuti TKA,” ujarnya.
Syarif menyebutkan, salah satu kendala yang dilaporkan di Kalbar terjadi di wilayah Sekayam akibat pemadaman listrik. Menurutnya, kejadian tersebut bukan disebabkan oleh peserta didik maupun kurangnya persiapan sekolah.
Untuk mengantisipasi gangguan listrik selama ujian berbasis komputer, pihaknya telah menyurati PLN agar pemadaman, jika harus dilakukan, tidak berlangsung di wilayah yang sekolahnya sedang melaksanakan TKA.
Selain kendala teknis, Disdikbud Kalbar juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas di sejumlah daerah terpencil dan perbatasan. Beberapa sekolah belum memiliki komputer, laboratorium, akses listrik, maupun jaringan internet yang memadai.
Syarif mengatakan, kondisi tersebut telah dipetakan sejak awal. Siswa dari sekolah yang belum memiliki fasilitas dapat mengikuti TKA dengan menumpang di sekolah terdekat yang memiliki sarana memadai.
“Sepanjang ada pendaftar dan peserta didiknya, kita tawarkan agar mereka mengikuti TKA di sekolah terdekat yang memiliki fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan,” katanya.
Ia mencontohkan wilayah Ketungau, tempat sejumlah daerah belum memiliki fasilitas memadai untuk pelaksanaan TKA. Pemerintah berupaya memfasilitasi siswa agar dapat mengikuti ujian di sekolah lain, termasuk jika harus menuju Sintang.
Ke depan, Disdikbud Kalbar akan berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas secara bertahap. Menurut Syarif, pengadaan sarana pendukung membutuhkan investasi sehingga tidak dapat dilakukan sekaligus dalam waktu singkat.
Jika belum ada sekolah terdekat yang memenuhi persyaratan, pemerintah akan mempertimbangkan sekolah yang perlu diprioritaskan untuk dilengkapi fasilitasnya. Akses listrik menjadi salah satu kebutuhan utama sebelum pengadaan komputer dan sarana pendukung lainnya dilakukan.
“Kalau di wilayah terdekat belum ada sekolah yang memenuhi persyaratan, tentu perlu ada sekolah yang diprioritaskan untuk dilengkapi fasilitasnya. Salah satu yang paling penting adalah akses listrik agar perangkat bisa beroperasi,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII SMA/SMK di Kalimantan Barat berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Siswa yang terdampak kendala teknis akan difasilitasi untuk mengikuti ujian susulan agar tetap mendapatkan kesempatan mengikuti tes.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faizal, mengatakan pelaksanaan TKA secara umum berjalan lancar. Namun, pada sesi pertama hari kedua, Selasa (27/10/2026), terjadi kendala teknis yang juga dialami secara nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan TKA di SMKN 5 Pontianak.
“Alhamdulillah, hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Secara nasional, pelaksanaannya berjalan lancar, meskipun pada sesi pertama tadi ada kendala. Namun, kendala tersebut bukan hanya terjadi di Kalimantan Barat, melainkan merupakan kendala nasional,” kata Syarif.
Ia mengatakan, peserta yang terdampak kendala tersebut akan mengikuti ujian susulan. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari grup panitia, jadwal susulan paling cepat dilaksanakan pada 30 Oktober. Namun, peserta juga berpeluang mengikuti gelombang berikutnya pada 1 atau 2 November.
Menurut Syarif, keputusan akhir mengenai jadwal ujian susulan berada di tangan panitia pusat.
“Insyaallah, hak anak-anak untuk mengikuti TKA tetap bisa difasilitasi. Jangan sampai kendala teknis membuat mereka tertunda atau bahkan batal mengikuti TKA,” ujarnya.
Syarif menyebutkan, salah satu kendala yang dilaporkan di Kalbar terjadi di wilayah Sekayam akibat pemadaman listrik. Menurutnya, kejadian tersebut bukan disebabkan oleh peserta didik maupun kurangnya persiapan sekolah.
Untuk mengantisipasi gangguan listrik selama ujian berbasis komputer, pihaknya telah menyurati PLN agar pemadaman, jika harus dilakukan, tidak berlangsung di wilayah yang sekolahnya sedang melaksanakan TKA.
Selain kendala teknis, Disdikbud Kalbar juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas di sejumlah daerah terpencil dan perbatasan. Beberapa sekolah belum memiliki komputer, laboratorium, akses listrik, maupun jaringan internet yang memadai.
Syarif mengatakan, kondisi tersebut telah dipetakan sejak awal. Siswa dari sekolah yang belum memiliki fasilitas dapat mengikuti TKA dengan menumpang di sekolah terdekat yang memiliki sarana memadai.
“Sepanjang ada pendaftar dan peserta didiknya, kita tawarkan agar mereka mengikuti TKA di sekolah terdekat yang memiliki fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan,” katanya.
Ia mencontohkan wilayah Ketungau, tempat sejumlah daerah belum memiliki fasilitas memadai untuk pelaksanaan TKA. Pemerintah berupaya memfasilitasi siswa agar dapat mengikuti ujian di sekolah lain, termasuk jika harus menuju Sintang.
Ke depan, Disdikbud Kalbar akan berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas secara bertahap. Menurut Syarif, pengadaan sarana pendukung membutuhkan investasi sehingga tidak dapat dilakukan sekaligus dalam waktu singkat.
Jika belum ada sekolah terdekat yang memenuhi persyaratan, pemerintah akan mempertimbangkan sekolah yang perlu diprioritaskan untuk dilengkapi fasilitasnya. Akses listrik menjadi salah satu kebutuhan utama sebelum pengadaan komputer dan sarana pendukung lainnya dilakukan.
“Kalau di wilayah terdekat belum ada sekolah yang memenuhi persyaratan, tentu perlu ada sekolah yang diprioritaskan untuk dilengkapi fasilitasnya. Salah satu yang paling penting adalah akses listrik agar perangkat bisa beroperasi,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini