Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 30 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kondisi bangunan dan fasilitas penunjang SDN 03 Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan tokoh pemuda setempat. Sekitar 40 persen bagian bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan dan dinilai membutuhkan penanganan segera.
Tokoh pemuda Kecamatan Singkup sekaligus pemerhati pendidikan, Pulwansyah, mengatakan kerusakan tersebut dikhawatirkan mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
“Bangunan sekolah ini banyak yang rusak, sekitar 40 persen sudah rusak semua,” ujar Pulwansyah, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian bangunan, tetapi juga sejumlah fasilitas yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Di antaranya meja, kursi, pintu depan, jendela, papan tulis, hingga plafon.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian karena fasilitas sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kenyamanan peserta didik dan tenaga pendidik selama proses pembelajaran.
Pulwansyah berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bangunan dan fasilitas SDN 03 Pantai Ketikal.
Ia menilai, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan.
“Harapannya pemerintah hadir segera untuk melakukan perbaikan, baik pemerintah kabupaten maupun pusat. Salah satu upaya perbaikan bisa dilakukan dengan memanfaatkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kondisi fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan tidak boleh luput dari perhatian. Perbaikan diperlukan agar peserta didik dapat belajar dengan tenang, sementara tenaga pendidik bisa menjalankan tugasnya secara optimal.
“Kita hanya ingin melihat para peserta didik dan tenaga pendidik melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tenang dan nyaman,” pungkas Pulwansyah. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kondisi bangunan dan fasilitas penunjang SDN 03 Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan tokoh pemuda setempat. Sekitar 40 persen bagian bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan dan dinilai membutuhkan penanganan segera.
Tokoh pemuda Kecamatan Singkup sekaligus pemerhati pendidikan, Pulwansyah, mengatakan kerusakan tersebut dikhawatirkan mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
“Bangunan sekolah ini banyak yang rusak, sekitar 40 persen sudah rusak semua,” ujar Pulwansyah, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian bangunan, tetapi juga sejumlah fasilitas yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Di antaranya meja, kursi, pintu depan, jendela, papan tulis, hingga plafon.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian karena fasilitas sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kenyamanan peserta didik dan tenaga pendidik selama proses pembelajaran.
Pulwansyah berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bangunan dan fasilitas SDN 03 Pantai Ketikal.
Ia menilai, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan.
“Harapannya pemerintah hadir segera untuk melakukan perbaikan, baik pemerintah kabupaten maupun pusat. Salah satu upaya perbaikan bisa dilakukan dengan memanfaatkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kondisi fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan tidak boleh luput dari perhatian. Perbaikan diperlukan agar peserta didik dapat belajar dengan tenang, sementara tenaga pendidik bisa menjalankan tugasnya secara optimal.
“Kita hanya ingin melihat para peserta didik dan tenaga pendidik melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tenang dan nyaman,” pungkas Pulwansyah. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini