Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 02 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat memastikan seluruh data masyarakat yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu menerima petugas sensus yang datang melakukan pendataan.
Kepala BPS Kalbar, Muh Suchaidin, mengatakan seluruh informasi yang diberikan responden dilindungi oleh Undang-Undang Statistik dan hanya digunakan untuk kepentingan penyusunan data statistik, bukan untuk kepentingan individu maupun perpajakan.
"Kalau terkait dengan kerahasiaan, aturannya sudah jelas dalam Undang-Undang Statistik. Sampai saat ini BPS tetap berpegang teguh pada prinsip menjaga kerahasiaan data responden," kata Suchaidin, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, data yang dihimpun petugas tidak akan dipublikasikan secara perorangan. BPS hanya menyajikan hasil pendataan dalam bentuk data agregat yang menjadi dasar perencanaan, evaluasi, serta penyusunan kebijakan pembangunan.
"Yang kami sampaikan nanti adalah data agregat, bukan data pribadi seseorang. Tugas BPS adalah memotret kondisi yang sebenarnya di lapangan," ujarnya.
Suchaidin juga memastikan sistem keamanan data di BPS telah dilengkapi teknologi enkripsi. Bahkan, BPS bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan sistem pengelolaan data.
Menurutnya, aplikasi Faseh yang digunakan petugas sensus telah menerapkan sistem enkripsi sehingga seluruh data yang dikirim dari lapangan tetap terlindungi.
"Data yang dikirim melalui aplikasi Faseh sudah terenkripsi. Kami juga bekerja sama dengan BSSN untuk pengamanan sistem. Bahkan BPS sudah beberapa kali melakukan pengujian keamanan dan sistem kami tetap aman," katanya.
Ia mengungkapkan, hingga kini belum pernah terjadi kebocoran data yang berasal dari sistem BPS.
Meski demikian, Suchaidin mengakui masih ada sebagian masyarakat yang awalnya menolak didata karena belum memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia bahkan pernah mendampingi petugas yang sempat ditolak seorang warga sebelum akhirnya bersedia memberikan data setelah mendapat penjelasan.
"Setelah dijelaskan bahwa tugas BPS hanya melakukan pendataan dan data dijamin kerahasiaannya, akhirnya warga menerima petugas dan proses pendataan berjalan lancar," tuturnya.
Karena itu, Suchaidin mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus yang membawa identitas resmi. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting karena hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dalam beberapa tahun ke depan.
"Jangan khawatir memberikan data kepada petugas BPS. Data masyarakat aman, dijamin kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik," tegasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat memastikan seluruh data masyarakat yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu menerima petugas sensus yang datang melakukan pendataan.
Kepala BPS Kalbar, Muh Suchaidin, mengatakan seluruh informasi yang diberikan responden dilindungi oleh Undang-Undang Statistik dan hanya digunakan untuk kepentingan penyusunan data statistik, bukan untuk kepentingan individu maupun perpajakan.
"Kalau terkait dengan kerahasiaan, aturannya sudah jelas dalam Undang-Undang Statistik. Sampai saat ini BPS tetap berpegang teguh pada prinsip menjaga kerahasiaan data responden," kata Suchaidin, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, data yang dihimpun petugas tidak akan dipublikasikan secara perorangan. BPS hanya menyajikan hasil pendataan dalam bentuk data agregat yang menjadi dasar perencanaan, evaluasi, serta penyusunan kebijakan pembangunan.
"Yang kami sampaikan nanti adalah data agregat, bukan data pribadi seseorang. Tugas BPS adalah memotret kondisi yang sebenarnya di lapangan," ujarnya.
Suchaidin juga memastikan sistem keamanan data di BPS telah dilengkapi teknologi enkripsi. Bahkan, BPS bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan sistem pengelolaan data.
Menurutnya, aplikasi Faseh yang digunakan petugas sensus telah menerapkan sistem enkripsi sehingga seluruh data yang dikirim dari lapangan tetap terlindungi.
"Data yang dikirim melalui aplikasi Faseh sudah terenkripsi. Kami juga bekerja sama dengan BSSN untuk pengamanan sistem. Bahkan BPS sudah beberapa kali melakukan pengujian keamanan dan sistem kami tetap aman," katanya.
Ia mengungkapkan, hingga kini belum pernah terjadi kebocoran data yang berasal dari sistem BPS.
Meski demikian, Suchaidin mengakui masih ada sebagian masyarakat yang awalnya menolak didata karena belum memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia bahkan pernah mendampingi petugas yang sempat ditolak seorang warga sebelum akhirnya bersedia memberikan data setelah mendapat penjelasan.
"Setelah dijelaskan bahwa tugas BPS hanya melakukan pendataan dan data dijamin kerahasiaannya, akhirnya warga menerima petugas dan proses pendataan berjalan lancar," tuturnya.
Karena itu, Suchaidin mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus yang membawa identitas resmi. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting karena hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dalam beberapa tahun ke depan.
"Jangan khawatir memberikan data kepada petugas BPS. Data masyarakat aman, dijamin kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik," tegasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini